mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Rabu, 31 Desember 2014

Seorang Istri Adalah Cerminan Dari Seorang Suami

"Hai Anjasyah, Pelan-pelanlah dalam membawa kaca dan jangan sampai
 memecahkannya."
Sabda Rasulullah ketika seorang shahabat, Anjasyah menjalankan unta dengan penumpang di atasnya.

 Metafora kaca dalam sabda rasulullah sejatinya dinisbahkan kepada kaum
 perempuan yang berada diatas unta.

 Rasulullah memetaforakan kaca dengan kaum perempuan tentu bukan tiada
 sebab. dalam perkataan beliau terkandung makna mendalam yang seharusnya
 di pahami oleh setiap pria.

 Makna menyamakan perempuan dengan kaca disebabkan pada perempuan serupa dengan kaca yang bening, cerminan jiwa yang berdiri didepannya. amat mudah pecah, hingga dibutuhkan kelembutan dan sikap lunak dalam menjaganya.

 Tentunya seorang suami harus mengerti makna metafora kaca secara mendalam,
 karena fungsi kaca adalah untuk mengenal siapa kita sesungguhnya.
 untuk melihat apa yang sulit kita lihat dengan mata kepala kita sendiri.
 untuk mengetahui apa yang tidak mampu kita ketahui dengan panca indera
 kita.

 Dengan kaca kita mampu mengenal diri kita secara keseluruhan, dengan kaca
 pula kita sadar ekspresi wajah kita ketika marah, benci, sedih, tertawa
 ataupun bahagia.

 Maka suami yang shalih, bila memperhatikan kekurangan pada diri istrinya, yang pertama sekali harus diperbaiki adalah dirinya sendiri.

 Bila memperhatikan kemarahan yang berasal dari istrinya, yang pertama sekali harus di nasehati adalah dirinya sendiri.

 Bila melihat kerusakan yang berasal dari istrinya, yang pertama sekali meminta ampun kepada Allah dan bertaubat adalah dirinya sendiri.

 Karena cermin tidak akan menampakkan gambar kecuali jiwa yang berdiri
 dihadapannya. istri tidak akan berlaku keji maupun dzalim kecuali sang
 suami telah melakukan kekejian dan maksiat yang disadari maupun yang tidak
 disadari.

 Tidak salah bila seorang ulama salafush shalih berkata:
 "Aku dapat mengetahui telah melakukan kesalahan dan dosa dengan melihat
 perubahan sikap dari istriku, anakku, tungganganku bahkan hingga tikus
 yang berada dirumahku."

 Berlaku bijaklah wahai saudaraku dengan perubahan buruk yang terjadi
 pada istrimu!

 Jangan engkau menunjukkan jari telunjuk bersalah kepadanya sebelum
 engkau istighfar dan bertaubat kepada Allah. karena boleh jadi, semua
 yang engkau lihat tidak lain hanyalah cerminan dari perilaku kita yang
 kita tidak sadari.


oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Seorang Istri Adalah Cerminan Dari Seorang Suami