mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Jumat, 12 Desember 2014

Ketika Yang Datang Dengan Cinta Hanya Untuk Merusak

*Warning : tidak semua yang berstatus janda, bersuami atau beristri maupun lajang seperti kisah dibawah. tapi ada sebagian kecil benar adanya.

maka antisipasilah diri dari keberadaan mereka yang sedikit namun boleh jadi menjadi duri dalam daging dalam kehidupan anda kelak.

Setahun yang lalu, ada seorang gadis berumur 35 tahun keatas tiba-tiba masuk mengirimkan inbox kepada saya. beliau datang dengan maksud berkonsultasi tentang hubungannya dengan seorang oknum ustadz yang cukup terkenal di dunia maya. dia berkata di minta untuk menjadi istri kedua, namun kemudian ditinggalkan karena istri pertamanya tidak menyetujui.

 Lama kelamaan konsultasi ini malah menjadi hal yang lain, bertanya ke hal-hal pribadi saya. soal nama istri, kapan menikah dan banyak hal-hal yang sudah pasti tidak akan share kecuali kepada seseorang yang memang akrab dari dulunya dengan saya.

 melihat hal ganjil dan aneh tersebut, maka saya pun tidak melayani pertanyaan tersebut. prinsip saya jelas, anda silahkan bertanya apapun kecuali soal kehidupan pribadi saya. itu terlalu penting untuk di ceritakan kepada yang hanya saya kenal di dunia maya saja.

beberapa lama kemudian saya mendapat kisah sebenarnya, ternyata sang gadis tersebutlah yang terlalu gandrung dengan sang ustadz tersebut hingga 'menteror' kehidupan sang ustadz siang dan malam. dan kisah yang selama ini saya dengar dari wanita itu adalah pemutaran fakta 180 derajat!

 Berselang beberapa minggu lalu, seorang motivator parenting yang cukup terkenal bercerita kepada saya kisah yang hampir sama modusnya dengan wanita yang inbox kepada saya. seorang perempuan bersuami yang awalnya konsultasi via telp dengan dia setelah mengikuti sesi seminarnya namun pada akhirnya malah berusaha merayunya untuk menikah dengannya karena alasannya dia sudah tidak tahan lagi dengan suaminya dan sudah mengajukan cerai. beruntunglah sang motivator itu berhasil menolak kehadiran perempuan itu dengan cara baik-baik.

 "Ini bukan kasus pertama bang. mungkin sudah masuk kasus ke 40 kali dalam sejarah kehidupan saya sejak saya menjadi seorang motivator."

 Nah ternyata, banyak modus seperti ini. konsultasi, curhat, lalu mulai "aneh" dan didapat oleh berbagai kalangan.

 Ada kejadian yang lebih ekstrim!

 dari kisah yang hampir sama, ternyata terdapat para wanita bersuami atau janda bahkan gadis yang memang dari awal berniat merusak hubungan rumah tangga dari calon targetnya hanya karena luka masa lalu.

beberapa mereka melakukannya karena pernah disakiti oleh para lelaki. alih-alih menjalani hidup dengan lebih baik, mereka malah ingin membuktikan pada dunia bahwa sesungguhnya tidak ada lelaki yang setia di muka bumi ini. Walau dia seorang ustadz yang santun, motivator ulung, atau bahkan suami-suami yang takut dengan istrinya.

mereka berniat membuktikan bahwa persangkaan mereka benar dengan cara mengorbankan kehormatan mereka sendiri. kepuasan mereka adalah bila lelaki itu sudah berhasil terbujuk rayu, maka dia akan membuka skandal mereka kepada istri sang lelaki demi menampakkan kenyataan pahit bahwa sang suami adalah anggota genk "ganteng-ganteng srigala". bila keluarga tersebut pecah atau cerai, itu adalah puncak dari kebahagiaan mereka. Naudzubillah min dzalik.


 Nah, pada motif yang lainnya, terdapat juga kisah seorang mahasiswa lajang yang punya "selera humor" buruk lainnya. yakni merayu istri yang kesepian. tujuannya hampir sama dengan sekelompok perempuan diatas. ingin membuktikan bahwa tidak ada perempuan yang setia, ditambah modus yang klasik, meminta sejumlah harta benda dengan atas nama cinta "palsu".

 Kisah ini cukuplah menjadi penasehat untuk kita, agar sedapat mungkin menghindari kontak yang tidak penting dengan lawan jenis via dunia maya, jarak jauh atau apapun itu.

 Jangan berpikir yang datang menghampiri kita, meminta tolong, berkonsultasi tentang kisah kehidupannya semuanya layak untuk di dengar dan di nasehati. malah ada diantara mereka datang dengan kisah-kisah palsu demi menarik perhatian dan simpati kita semua atas niat yang buruk.

 Kepada para suami, perhatikan interaksi dunia maya istri-istri anda, jangan biarkan mereka terpukau dengan sosok asing di jejaring sosial. anda bertanggung jawab dengan kemalangan yang menimpa mereka.

 Kepada istri, jaga sikap dan jangan biarkan dunia jejaring sosial menjadi sumber malapetaka bagi anda dan suami anda. berusahalah untuk menarik sejauh mungkin suami dari kecenderungan di dunia maya. setidaknya kecenderungan untuk hal-hal yang tidak penting selayak berkomentar atau bercakap-cakap dengan mereka-mereka yang asing serta berniat tahu banyak tentang suami anda.

oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ketika Yang Datang Dengan Cinta Hanya Untuk Merusak