mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Sabtu, 03 Januari 2004

Wahai calon imamku, buatlah aku bangga ketika memilikimu kelak



Apa kabar calon imamku hari ini?

sudahkah harimu diawali dengan sukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini.Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini kau genggam?

Wahai calon imamku.
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dasyatnya?

Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa.Agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak .Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi namun kini kurasakan diri ini lebih baik.Kadang aku bertanya-tanya kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku.
Bagian terapuh dalam diriku.

Namun kini aku tahu jawabannya.Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mencintai-Nya.Ujian demi ujian insya ALLAH membuatku menjadi lebih tangguhSehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu.

Calon imamku, meskipun dimana dirimu sekarang.Jauh dan dekatnya dirimu.Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku.Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh.

Hingga aku pun bangga memilikimu kelak.

Apa yang ku harapkan darimu adalah kesalihan dan kesabaran.Semoga sama halnya dengan dirimu.Karena apabila kecantikan yang kau harapkan darikuHanya kesia-siaan yang akan kau dapati.

Kini Aku masih haus akan ilmu. Karena dengan ilmu yang ada saat ini,aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhoan Allah dan dirimu suamiku. Tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah Agar kelak dapat menjadi tabungan kedua orang tuaku di akhirat.Namun nanti setelah menjadi istrimu aku berharap menjadi pendamping yang sholehah agar kelak disurga cukup aku yang menjadi bidadarimu.Mendampingi dirimu yang sholeh.

Aku akan iklas kelak kalau Allah dan Rasullullah lebih kau cintai daripada aku,aku rela.Aku harap begitu pula dirimu.Bunga akan indah pada waktunya.Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman.Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya,bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.

Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik,meski bukan umat yang terbaik,tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon imamku,inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata,seperti kata orang tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Itulah yang kini kuhadapi,kelak saat kita tengah bersama maka disitulah kau akan memahami diriku,sama halnya diriku yang akan belajar memahamimu.

Bersabarlah calon imamku. Doaku selalu untukmu.Agar Allah memudahkan jalanmu tuk menjemputku sebagai bidadarimu.

Semoga Allah akan selalu menjagamu.

oleh : Anis Aishiteiruyo Mumtaaz

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Wahai calon imamku, buatlah aku bangga ketika memilikimu kelak