mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Senin, 26 Januari 2004

Upload Foto Romantis Bersama Pasangan di Facebook



Saya mendapati wall facebook saya dilewati oleh foto-foto provokasi para pasangan yang baru menikah.

Awalnya ketika pertama kali foto mereka lewat, saya berusaha maklum, bahwa mereka sedang merayakan cinta.

Namun ternyata tak lama berselang ada lagi dan ada lagi.

Saat melihat itu ada 2 rasa masygul dan nyeri dalam hati kecil saya.

Pertama : Tentang makna hijab bagi istrinya, yg nota bene saudari muslimah saya.
(Rasa sedih karena sembarang orang jadi menikmati wajah cantiknya).

Kedua : Rasa sedih karena sentivitas terhadap rasa saudara/i nya yang belum menikah padahal usia sudah mendekati angka 30 bahkan ada yang lebih lagi, seakan mereka lupakan.

Mereka dengan segala kemudahan Allah takdirkan menikah di usia muda, rata-rata dibawah usia 25 tahun.

Lalu, tidak kah kasih sayang dan keagungan akhlak seorang mukmin tidak membuat mereka sedikit berempati terhadap para saudara yang hingga kini belum bertemu dengan jodohnya.


Apakah dengan melakukan monuver dakwah seperti saudara/i saya ini lakukan lantas kemudian mengizinkan mereka menyelipkan irisan-irisan perih diam diam di antara akhwat-akhwat sepuh yang melihat parade indah mereka??

Apakah inisiatif dakwah kemudian mengizinkan kita untuk menunjukkan hidangan berbuka puasa yang nikmat pada saudara kita yang masih Allah uji untuk terus tegar dan istiqomah dalam puasanya.???

Tidakkah ini sama seperti orang yang Allah anugrahi kekayaan dan kemewahan kemudian wara wiri menunjukkan nikmat kekayaannya pada saudara nya yang papa. ???

Kalaulah itu berwujud kekayaan&kemewahan niscaya ia masih dapat di bagi, di infakkan.

namun bagaimana dengan segala nikmat keromantisan dan kebahagiaan yang hanya bisa di miliki oleh mereka yang sudah suami istri ini??

Bagaimanakah cara mereka membagi ini??

Membaginya meski hanya percikan untuk sekedar mengurangi "dahaga" saudaranya.

Tentu kita semua tau, yang begini ini tidak serta merta bisa dibagi.

Tidak kesemua orang bisa kita infakkan.
(Meski syariat ada, tapi ada banyak syarat mengikutinya).

Lalu..

Dimanakah letaknya kasih sayang sebagai sesama orang beriman yang peka terhadap geliat derita (meskipun cuma kilasan) saudaranya??

Saudara/saudariku Sungguh, sama sekali tak ada niatan untuk mempertahankan agar opini ini menjadi mutlak benar.

Namun inilah cara saya mengetuk pintu nuranimu yang lain.

Sekiranya berkenan engkau bukakan pintu dan mempertimbangkannya sejenak, maka Allahlah sebaik2 pemutus kebenaran.

Semoga Allah membalas kelembutan dan kepekaan kasih sayangmu dengan surga.

Semoga rumah tangga yang telah di ikrarkan dinaungi keberkahan dengan salah satu keberkahannya adalah dalam wujud semakin banyaknya para lajang yang Allah mudahkan bertemu jodohnya melalui asbab usaha dan perantaramu.

Wallahu ta'ala a'lam.


oleh : Isra Masjida Kinkomi

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Upload Foto Romantis Bersama Pasangan di Facebook