mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Selasa, 20 Januari 2004

Tidak menjadi persoalan memiliki suami yang tidak shalat serta tidak peduli agama



Jangan pernah membayangkan Fir'aun adalah sosok suami yang jahat. suka memukul istrinya siti Asiyah, membiarkan istrinya kelaparan dan kedinginan dalam gubuk derita. tidak, malah Fir'aun adalah sosok suami idaman yang selama ini sering ditampakkan didalam televisi dan media massa.

Dia tampan, memiliki tubuh atletis. berkulit terang, keturunan raja, sangat kaya raya. the man on the year yang dibicarakan dari penjuru barat hingga timur masa itu. apakah permintaan yang tidak sanggup diberikan kepada istrinya. istana? taman yang indah? kendaraan yang bagus? pengawal dan dayang-dayang yang banyak? semua bisa dikabulkan dalam hitungan detik. semua itu akan dapat diberikan kepada Siti Asiyah, asalkan cuma dengan satu syarat. akuilah dia sebagai tuhan dan tinggalkan ajaran Musa!

Dan lihatlah kenyataan bahwa sosok Nabiyullah Musa sebagai sosok suami yang sederhana. Bicaranya kurang fasih hingga sering di tolong oleh Harun Alaihissalam dalam menyampaikan dakwahnya. dia keluar dari mesir sebagai seorang pembunuh dan terhukum. dia hanya menawarkan kesederhanaan dan kesusahan hidup kepada istrinya. kehidupannya juga penuh dengan ancaman kematian dan penderitaan yang datang dari Fir'aun dan pasukannya, serta pengkhianatan dari kaumnya sendiri. namun ternyata semua keburukan hidup itu tidak dapat mengalahkan kelebihan dirinya, yakni kelebihannya sebagai rasul dan penyampai kebenaran didunia ini.

Saat ini, betapa banyak manusia mungkin juga kita lebih memilih menikahi sosok selayak Fir'aun muda daripada selayak Musa. kekayaan dan ketampanan adalah berhala baru. merk baju dan kendaraan seolah menjadi agama baru. soal memiliki suami yang tidak shalat serta tidak pedulipun dengan agama tidak menjadi persoalan. inilah pernikahan yang serupa dengan pernikahan Fir'aun dengan siti Asiyah. bedanya siti Asiyah memilih meninggalkan dunia untuk akhirat, sebagian kita malah memilih melupakan akhirat daripada dunia.

Maka tanyakanlah sekarang pada hati masing-masing, bila hari ini yang melamar kita adalah sosok fir'aun muda, yang menawarkan dunia dengan segala isinya namun tidak pernah peduli dengan nilai agama dan ibadah kita, serta disisi lain yang melamar kita adalah sosok pemuda penerus Nabi Musa, yang dirinya sederhana, datang dalam keterbatasan, kurang fasih bicara dan beretorika, namun memiliki keinginan dan hasrat mengubah kaumnya dalam dakwah kebaikan.

siapakah yang akan kita pilih? Apakah kita memilih menikahi pemuda selayak Fir'aun kah? ataukah menikahi pemuda selayak rasul? jawabnya ada dihati kita masing masing..

oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tidak menjadi persoalan memiliki suami yang tidak shalat serta tidak peduli agama