mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Rabu, 14 Januari 2004

Terlahir dengan rupa yang buruk tentu tidaklah termasuk dalam pilihan hidup



Terkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda buruk rupa yang hidup dengan ibunya. dia bekerja sebagai buruh tani dan ibunya seorang penjahit. setiap hari bila sang pemuda melewati jalanan kampung, anak-anak yang menjumpainya akan lari ketakutan karena rupanya yang buruk. gadis-gadis akan memilih memalingkan muka bila berpapasan dengannya. dan para pemuda lain tidak segan memberi julukan terburuk untuknya atau melemparinya dengan buah-buahan busuk.

Pangeran kodok, anak genderuwo, simuka hantu, badak tak bercula dan banyak nama lain sering sekali di sematkan dan diolok-olokan kepadanya.

Suatu malam, dia tidak tahan lagi dengan semua perlakuan dan ejekan buruk yang menimpanya dan kemudian diapun mengadukannya kepada sang ibu. ibunya diam sejenak lalu menuju dapur dan kembali dengan membawa dua barang ditangannya.

'Anakku, sungguh aku memahami kemalangan menimpamu karena wajahmu. tetapi janganlah bersedih. ayahmu dulu juga terlahir dengan wajah dan tubuh sepertimu dan dia memiliki 'obat manjur' untuk melumpuhkan mereka yang sering menghinamu.'

'terimalah ini, ini adalah sekantung permen yang terbuat dari manisan bercampur rajah rahasia. bila engkau memberikan kepada anak-anak yang sering menangis melihatmu dan mereka memakannya maka dia tidak akan lagi menangis bila berjumpa denganmu.'

'dan ini kapak betuah pemikat hati. kepada gadis-gadis yang memalingkan muka serta pemuda yang menjulukimu dengan sebutan buruk, engkau potongkan satu kayu besar dengan kapak ini dan jadikan kayu tersebut menjadi bagian dari rumahnya. bila kayu itu telah tersemat dirumahnya, alamat baiklah sikap mereka kepadamu.'

'Namun ingat, ada pantangan yang harus kamu hindari. pertama, jangan sampai mereka tahu manisan ini berajah. karenanya usahakan dia menerimanya dan memakannya dengan kemauannya sendiri. bila engkau memaksakannya, maka rajah menjadi hilang. kedua kesaktian kapak betuah akan sirna bila sampai engkau menggantikan kayu dirumah para pemuda dan gadis itu dengan paksa pula.'

Sang pemuda mengangguk tanda mengerti dengan pantangan yang disebutkan ibunya. maka diapun membawa kapak dan permen manisan itu kemanapun dia pergi.

sejak saat itu pula bila dia berjumpa dengan anak kecil yang menangis karena melihat wajahnya segera saja dia memberikan permen manisan itu kepadanya ataupun kepada kedua orang tuanya. awalnya, mereka menolak menerimanya, namun setelah di tawarkan berkali-kali, mereka pun mulai memakannya. berselang beberapa hari kemudian, setiap kali dia bertemu dengan kumpulan anak kecil, mereka berlarian dengan senang hati kepadanya sembari meminta permen berajah.

'Sungguh berkhasiat permen manisan itu!' pikir sang pemuda buruk rupa tersebut.

Kepada gadis-gadis yang membuang muka kepadanya dan pemuda yang sering mengolok-oloknya, maka dia pun mulai menguji kesaktian kapak betuah. dia mendatangi rumah-rumah orang tua sang gadis dan menawarkan diri memperbaiki bagian rumah yang rusak secara gratis.

'Kalau bapak dan ibu izinkan, berikan saya kepercayaan untuk menggantikan bagian pintu yang rusak, atau tiang yang dimakan rayap. saya melakukannya dengan niat ikhlas tanpa harus dibayar'

Berkali-kali dia menawarkan bantuan kepada orang tua dari pada gadis dan pemuda tersebut. hingga tidak ada satupun rumah di kampung itu yang tidak diperbaiki dengan kapak tersebut. dan benar seperti perkatan ibunya, sejak semua rumah selesai diperbaiki, para gadis dan pemuda sebayanya tdak lagi memalingkan muka dan mengolok-olok dirinya bila berjumpa dengannya. mereka malah memilih bertegur sapa dengan ramahnya setiap berjumpa pemuda itu.

Alangkah senangnya sang pemuda dengan perubahan yang terjadi atas dirinya dan kebahagiaan ini disampaikan kepada ibunya. dengan senyum penuh bijak ibunya berkata kepadanya:

'Nak, bukan karena permen manisan dan kapak itu yang membuat penduduk kampung berhenti mengolok2 keburukan wajahmu. itu cuma permen manisan biasa dan kapak itu juga bukan kapak betuah. sejatinya mereka berhenti mengolok-olok karena selama ini mereka hanya melihat keburukan wajahmu. mereka mengira wajah dan hatimu sama buruknya. namun ketika engkau memperlihatkan kebaikan hatimu dengan menolong orang yang mengolok2mu, maka tertutuplah keburukan wajahmu karena kebaikan hatimu. sungguh manusia tidak dapat mengubah kodrat wajahnya, namun sejatinya dia dapat mengubah kodrat hatinya.'

'Dan ingatlah pesan ibu baik-baik, ini adalah pesan paling penting. sungguh Tuhanmu tidak akan pernah menilai hambaNya dari rupanya, namun dari rupa hatinya. karena buruk prasangka dan hatinya, maka wajah bercahaya Iblis ditukar Tuhan menjadi wajah hitam yang sangat mengerikan. nah, bila engkau memiliki hati yang baik, Insya ALLAH suatu saat ALLAH akan mengindahkan rupamu kelak."

'Jadi bila engkau berjumpa dengan orang yang mengeluhkan rupamu, segeralah berbuat baik kepadanya, karena bisa jadi itu adalah tanda dari Tuhanmu agar memperindah rupamu dengan amal perbuatanmu.

oleh Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Terlahir dengan rupa yang buruk tentu tidaklah termasuk dalam pilihan hidup