mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Jumat, 23 Januari 2004

Terima kasih orang zalim. Anda rela meringankan beban orang lain di akhirat nanti.



Hakikatnya, orang yang suka menzalimi orang lain itu terlalu sayang kepada orang.

Seolah-olah dia berkata: "Dosamu itu terlalu berat untuk kamu pikul dan pertanggungjawabkan di akhirat, biar aku yang memikulnya".

Kalau orang yang terzalimi tahu hakikat itu pasti ia akan berterima kasih kepada pelaku kezaliman.

Karena dia yang melakukan kebaikan belum tentu diterima Allah.

Dengan terzalimi berarti ada orang yang suka rela menyerahkan kebaikannya untuk orang yang terzalimi.

oleh karena itu, jangan terlalu sayang kepada orang dengan cara begitu.

Apakah amalan yang kita miliki sudah melimpah ruah, hingga dengan suka rela menghadiahkannya kepada orang?

Apalagi yang dizalimi itu sekelompok/jama'ah manusia.

Dan subhanallah, tidak bisa dibayangkan kalau ia menzalimi orang satu negara.

Suatu kali seseorang melapor kepada Imam al Hasan al Bashri: "Si Fulan sudah mempergunjingkan/menggosipin anda".

Beliau menjawab: "Selamat datang kebaikan yang tidak pernah aku lakukan, dan aku tidak bersusah payah mengusahankannya, serta tidak tercampuri oleh rasa sok dan ria".

Maksud beliau: dengan gunjingan yang dilakukan orang terhadap dirinya berarti orang itu sudah dengan suka rela menghadiahkan kebaikan kepadanya, atau merampas dosa-dosa yang beliau miliki.

Seorang salafunas shaleh pernah berkata: "Kalau lah bukan karena khawatir Allah didurhakai, pasti aku berharap semua penduduk dunia ini melakukan kezaliman kepada diriku".

Terima kasih untuk setiap orang zalim.

Anda sudah dengan suka rela meringankan beban orang lain di akhirat nanti.

Semoga anda juga kasihan kepada diri anda sendiri sebagaimana anda begitu sayang kepada orang lain dengan memikul dosa-dosa mereka.

oleh : Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Terima kasih orang zalim. Anda rela meringankan beban orang lain di akhirat nanti.