mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Rabu, 28 Januari 2004

Solusi berpacaran bagi yang belum siap nikah, halal dan terhormat



Kita faham, secara naluri seorang laki-laki suka kepada perempuan. Dan begitu juga sebaliknya.

Pada sebagian orang naluri itu datang dengan cepat dan kuat. Hingga mereka melakukan hubungan yang dinamakan dengan pacaran.

Kadang-kadang perilaku yang terjadi terlalu melampaui batas-batas yang sudah ditetapkan agama dan norma susila. Apa yang menjadi hak suami-istri yang sah, malah mereka terobos sebelum waktunya.

Akibatnya mereka dan keluarga menanggung malu, akibat perbuatan kotor itu menimbulkan bekas yang tidak bisa disembunyikan.

Sayangnya sebagian orang tua menghadapi naluri ini dengan cara yang tidak bijaksana. Ada yang justru bangga, atau memberikan suport kepada anaknya untuk pacaran. Ada juga yang terlalu idealis ketika anaknya sudah terus terang ingin menikah.

Belum mandiri, masih sekolah atau kuliah, dan belum punya pekerjaan, sering sekali dijadikan alasan untuk mencegah anaknya menikah dengan cara yang suci dan benar. Mereka sepertinya kurang memikirkan kalau hal itu menimbulkan dampak yang berbahaya bagi anaknya.

Di Mesir ini ada suatu budaya yang saya kira bagus untuk ditiru demi menghindari pacaran. Yaitu budaya nikah gantung. Saya sering menemukan teman yang melakukannya.

Seorang pemuda dan pemudi yang saling mencintai dinikahkan oleh walinya secara sah dan tercatat di KUA. Namun mereka berdua belum dibolehkan untuk serumah sampai waktu yang ditentukan atau sampai pasangan laki-laki mampu memenuhi semua mahar.

Mereka layak melakukan hal-hal terlarang yang biasa dilakukan oleh orang yang lagi pacaran. Bergandengan tangan, berduaan di tempat sepi, piknik ke taman, atau apel di malam minggu. Karena mereka hakikatnya pasangan suami-istri yang sah. Hanya adat yang belum membolehkan mereka untuk tidur seranjang.

Kalaupun mereka menerobos larangan yang satu itu, tidak ada masalah. Hanya lucu saja secara adat. Sementara norma agama tidak ada yang mereka terjang. Inilah pacaran resmi yang halal lagi terhormat.

Saya kira cara seperti ini bisa jadi solusi bagi dua orang muda-mudi yang sudah dimabuk cinta tapi belum sanggup untuk nikah dan hidup seperti normalnya orang berumah tangga. Cara yang bisa menjaga kesucian dan kehormatan anak muda serta keturunan.

Siapa yang mau mencobanya???

oleh : Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Solusi berpacaran bagi yang belum siap nikah, halal dan terhormat