mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Selasa, 20 Januari 2004

Riangkan diri dengan menertawakan wajah kita sendiri



Terkisah, Tabi'in terkenal pada masanya, Al-A'masy keluar dari rumahnya sambil tertawa.
lalu ia berkata kepada shahabat-shahabatnya.

'Tahukah kalian sebab mengapa saya tertawa?'

mereka hanya menggelengkan kepalanya dan berkata

'Kami tidak tahu.'

Al- A'masy pun berkata dengan wajah tersenyum.

'Tadi saya duduk didalam rumah, lalu anak perempuan saya terus memperhatikan wajah saya.

ketika saya tanya mengapa ia memperhatikan wajah saya, ia pun menjawab,
'Wahai ayahanda. apakah engkau tidak merasa heran, dengan wajahmu itu bagaimana ibu bersedia menjadi istri ayahanda?'

Maka para shahabatnya pun ikut tertawa mendengar kisah tersebut.

Begitulah hidup.
kita tidak harus merasa sempit dan malu dengan anugrah wajah yang ALLAH berikan kepada kita.

karena shahabat, tabi'- tabi'in yang ALLAH muliakan derajat mereka dengan keimanan tinggi pun ternyata tidak berwajah menarik dan mempesona.

lihatlah wajah Bilal bin Ra'bah, kenangkanlah wajah usamah bin zaid, ketahuilah wajah Al- A'masy, serta banyak shahabat dan tabi-tabi'in yang lain. ketidak tampanan mereka tidak pernah menghalangi mereka menjadi seseorang yang berbahagia di dunia dan di akhirat.

mereka dekat dengan ALLAH, mereka berlomba-lomba melakukan sunnah rasulullah dan menyempurnakan imannya dengan menikah.

masih berpikir ketampanan mempengaruhi cepat dan tidaknya kita untuk menikah?
masih bersedih dengan wajah yang jauh dari tingkatan tampan?
mungkin ada baiknya sesekali riangkan diri dengan menertawakan wajah kita sendiri selayak Al-A'masy menertawakan perkataan anak perempuannya.

oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Riangkan diri dengan menertawakan wajah kita sendiri