mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Minggu, 18 Januari 2004

Rabb,, betapa indahnya cara-Mu mendewasakanku

di hadapan kita terbentang sebuah jalan panjang..

yang tidak selalu lurus,, tapi sesekali ada belokan tajam..

jalan yang tidak hanya dikelilingi bunga,, tapi juga bertabur duri dan kerikil..

sesekali kaki kita tersandung,, lalu kita terjatuh..

tapi tentu kita tidak mau,, memar di kaki menjadi alasan untuk kita tidak bangkit lagi berdiri..


langit bahkan tak selalu biru,, terkadang mendung menjadikannya abu-abu..

tapi biarlah mendung menggantung..

karena kita tahu,, angin akan membuatnya berarak pergi menjauh dari langit biru..

ah ternyata..

takdir Allah tidak selalu begitu,, angin tak membawanya pergi..

perlahan-lahan,, kurasakan tetesan air yang kemudian menderas..

sakit kita rasakan tiap tetesannya mengenai wajah..

mungkin Allah ingin menghapus lara kita dengan hujan itu..

walau terkadang aku tidak selalu bijak untuk bisa mengerti,,

kalau ada kasih Allah dalam tiap rintikan hujan..

kita tentu percaya pada janji-Nya..

bahwa setelah tangis,, pasti akan terukir senyum di wajah kita..

aku pun tahu,, mendung menggantung dan hujan menderas tak akan selalu ada di langit biruku..

karena setelahnya akan Kau lukis pelangi di kaki langit..

dan dengan pelangi itulah ditunjukkan ada sebuah keindahan menanti setelah mendung dan hujan..

Rabb..

betapa indahnya cara-Mu mendewasakanku..



”maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi kah yang kau dustakan” (QS.Ar Rahman:13)

”karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS.An Nasyr:5)




source = suropeji.web.id

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Rabb,, betapa indahnya cara-Mu mendewasakanku