mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Sabtu, 17 Januari 2004

Pertanggung jawaban di akhirat



Kemaren saya mengikuti rapat laporan kegiatan Ramadhan yang di adakan cuma 3 hari, dari tanggal 11-13 Juli. Waktu laporan tidak ada hal yang membuat kening mengkerut, telinga merah, jantung berdebar dan keluar keringat dingin. Karena semua permasalahan dan keuangan yang hanya 10.775 pound, jelas dan transparan. Semua bisa dijelaskan dengan mudah, dapat dibuktikan dengan kongkrit dan tidak ada permainan anggaran.

Namun sekalipun demikian rapat tetap memakan waktu agak lama dan terjadi dialog (bukan debat) berulang kali, yang membuat tubuh menjadi letih. Apalagi dalam keadaan puasa.

Hal ini mengingatkan kita kepada betapa beratnya pertanggung jawaban di akhirat nanti. Hisab dunia yang tanpa masalah saja memakan waktu dan tenaga, apalagi hisab akhirat yang sangat detail. Seluruh perkataan, perbuatan dan nikmat yang sudah diterima semenjak baligh sampai meninggal akan dihitung satu persatu. Tidak ada satupun huruf yang pernah keluar dari mulut kecuali dihitung, sekecil apapun nikmat akan dipertanggungjawabkan dan sesederhana apapun amal akan dihisab. Bahkan apa saja yang pernah terdetak di hati akan dipersoalkan.

Disana ada catatan yang sangat detail, yang akan membuat seluruh mata terbelalak menyaksikannya.



"...kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya. Dan mereka dapati semua apa yang telah mereka kerjakan tertulis......". ( Al Kahfi: 49)




"Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala sesuatu yang kecil maupun yang besar semuanya tertulis". (Al Qamar: 52-53)



Makanya Rasulullah pernah bersabda: "Andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui tentang beratnya hisab di akhirat kelak, pasti kalian akan sedikit ketawa dan banyak menangis. Dan pasti kalian akan berangan-angan menjadi pohon kayu yang ditebang".




Allah juga mengatakan: "Kemudian kalian pasti ditanyai pada hari itu tentang nikmat" (At Takatsur: Maksudnya yang pernah diterima semasa hidup di dunia.

Semoga bulan Ramadhan ini bisa menghapuskan segala kesalahan yang akan memberatkan hisab kita di akhirat nanti dengan memperbanyak taubat dan amal shaleh.

dikutip dari : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10200200140708073&id=1288635192&refid=20

oleh : Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pertanggung jawaban di akhirat