mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Jumat, 02 Januari 2004

Persahabatan beda Agama yang mencerahkan :)


foto : asmasandi.files.wordpress..com

seorang teman lama berkata "mengingat bagaimana kamu dulu,, saya benar-benar tidak habis pikir kok bisa kamu jadi seperti yang sekarang?"
saat itu saya hanya tersenyum dan merasa sangat bersyukur dalam hati,, seraya mengucapkan "Alhamdulillaahilladzi hadaana liihadza..."

setelah nostalgia kami usai dan teman lama itu pun berlalu saya juga mulai mencari-cari apa yang dulu yang menjadi "penyebab" utama saya ingin "kembali"..

ada banyak hal sebenarnya,, tetapi paling tidak ada dua episode penting yang Allah berikan dalam hidup saya hingga akhirnya Allah mudahkan untuk sampai di jalan ini..

Episode PERTAMA:
saat masih SMU dulu saya punya seorang "teman Dekat" yang beragama Nashrani ( Katolik),, saban hari kami selalu bersama..
bahkan saya sering nginap dirumahnya,, belajar bersama,, dan merayakan segala macam keberhasilan-keberhasilan kecil kami berdua..

dia sangat toleran terhadap Agama kami yang berbeda..
dia selalu mengingatkan ketika Adzan berkumandang..
jika saya nginap dirumahnya dan kebetulan lagi shaum sunnah,, dialah yang semangat menyiapkan makanan berbuka,, pun dirumahnya saya disediakan kamar khusus untuk sholat karena kamar-kamar yang lain ada asesoris-aksesori Kristiani ( patung Yesus atao gambar bunda maria)..
dia pulalah yang selalu mengatakan ketika kami mau keluar rumah untuk belanja atau sekedar jalan-jalan "pake jilbab,, ra...kamu kan muslim.. jangan ikut saya"..
(saat itu walaupun daerah muslim jilbab belum lazim di kota kecil kami dan saya juga belum dapat pemahaman tentang itu)..

suatu hari,, sambil pulang sekolah kami ngobrol tentang kemana melanjutkan setelah lulus nanti..
lalu dia bilang,, bahwa cita-citanya ingin jadi biarawati..
saya berkomentar "kenapa harus biarawati,, chen...biarawati itu kan "sulit"..
dia jawab "yaah..saya ingin jadi biarawati karena rasanya lebih dekat kepada tuhan"..

sahabat saya ini,, memang kelihatannya Religius..
sambil menjaga tokonya,, dia selalu menghabiskan waktunya dengan al-kitab..
kadang,, tanpa kami sadari kami saling bertukar informasi tentang ajaran-ajaran agama kami..
saya bicara padanya tentang iman,, islam,, ayat maupun hadist akhlak dalam islam.. (yang saat itu masih sangat ala kadarnya)..
dan dia akan mengobrolkan 10 Perintah Musa..

saya pernah nanya,, kenapa ia sangat suka baca Alkitab,, tidak kah ia bosan?
saya ingat betul apa jawabannya "saya takut, ra..., dunia ini penuh jebakan.. kalau saya ngga rajin baca petunjuk,, saya takut saya terjebak juga"

lama kelamaan mulai timbul rasa iri,, rasa cemburu yang sangat didalam hati saya..
betapa dia,, yang minoritas,, bahkan hanya sendirian ditengah kami teman-temannya sekolah yang nota bene muslim semua tapi ia begitu teguh,, begitu menikmati "firman-firman" tuhan yang diyakininya,, begitu setia pada Alkitab yang selalu siap sedia ia baca dan pelajari..

sementara saya,, dengan segala kemudahan,, dengan segala kehiruk pikukkan saudara seiman malah tak mengerti apa-apa tentang islam..
bahkan saya baca Qur'an seminggu sekali juga jarang..
sholat apalagi,, kadang iya,, kadang nggak (lebih sering nggak nya)..
justru lebih sering dia lah yang mengingatkan sholat saya,, jilbab saya..
saya benar-benar iri tepatnya malu!!..
rasa malu itu membuat saya berjanji dalam hati,, nanti setelah lulus,, saya akan belajar islam lagi..

Episode KEDUA:
ini juga masih berkaitan dengan seorang sahabat dari Agama lain..
sahabat ini adalah sahabat pertama saya saat mengurus administrasi diawal-awal kuliah dulu..
mulanya saya tidak tahu kalo dia adalah nashrani (Protestan)..
karena ia juga pake jilbab seperti halnya kawan-kawan saya yang lain..
(jilbab yang diikat kebelakang leher)..
terlebih lagi kami selalu janjian bertemu di Mushalla Almizan..
dan saya baru sadar bahwa kami tidak pernah bertemu didalam mushalla,, tapi diterasnya..

saya tentu benar-benar tidak akan percaya bahwa dia "berbeda" kalau tidak mendengar darinya langsung dia Protestan..
ketika saya tanya kenapa ia memakai jilbab.. "saya lebih nyaman dan aman" katanya. kok begitu?..
ya... dia tidak nyaman sendirian tidak berjilbab diantara kawan-kawannya yang berjilbab..
dia juga merasa lebih aman karena dengan jilbab itu dia jadi sangat jarang diganggu..
ck ck ck.. jawaban ini benar-benar menyindir saya..
dia lebih Pede berjilbab dibanding kami yang justru perintah dan kemuliaan berjilbab itu di tujukan buat kami..
sama seperti sahabat katolik saya dulu,, dengan sahabat yang ini juga kami tanpa sadar sering ngobrolin apa-apa yang ada dalam agama kami..
obrolan yang semakin menguatkan keyakinan saya bahwa Agama saya adalah yang paling sempurna diantara semuanya..
Lalu apa yang menjadi alasan saya untuk tidak pede dalam menjalankan agama ini??
lalu apa yang membuat saya masih membuang-membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna dan tidak belajar lebih dalam dan lebih menikmati kesempurnaan Ajaran islam ini??
apa alasan saya hingga lebih suka membaca komik (saat itu saya pencandu berat komik),, dari pada membaca,, mentaddaburi,, menghafal Al.Quran??

maka,, apakah berlebihan jika saya meyakini bahwa memiliki sahabat dekat berbeda agama adalah sebuah Nikmat tak terhingga bagi saya??

maka,, apakah berlebihan jika hingga saat ini kedua sahabat saya ini (salah satunya yang protestan sudah meninggal saat tsunami dulu) masih sangat saya sayangi..
Apakah berlebihan,, jika saya masih menyertakan nama mereka dalam doa-doa saya agar kepadanya juga dikaruniakan Allah nikmat nya islam seperti yang sudah saya rasakan??

terimakasih kepada kawan lama yang dengan pertanyaannya membuat saya kembali mengenang kedua sahabat "berbeda" saya dulu..
(Syukur yang tak kan habis karena pernah "bersama" Denganmu)

terimakasih kepada kawan lama,, yang dengan pertanyaannya membuat saya semakin sadar bahwa betapa diri ini belum apa-apa,, masih terlalu banyak "hutang" kesalahan yang belum dibereskan lagi..

oleh Isra Masjida Kinkomi

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Persahabatan beda Agama yang mencerahkan :)