mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Senin, 26 Januari 2004

Permohonan anak sekolah dasar kepada Tuhannya



Seorang guru memberi tugas kepada murid-muridnya di sekolah dasar untuk menuliskan sebuah karangan apa yang ingin ia mohonkan kepada Allah.

Setelah pulang ke rumah, guru itu duduk membaca apa yang telah ditulis murid-muridnya di sekolah tadi.

Tiba-tiba sebuah tulisan sangat menyentuh perasaannya hingga air matanya meleleh.

Kondisi seperti itu bertepatan dengan kembalinya suami ibu guru itu dari tempat kerja.

Suaminya bertanya: Apa gerangan yang membuatmu menangis, sayang?

Ibu guru: Sebuah karangan yang ditulis oleh salah seorang murid di sekolah.

Ini, bacalah sendiri!

Suaminya mengambil lembaran kertas yang berisi karangan itu dan mulai membaca:



Tuhanku, aku meminta kepadamu pada siang ini suatu permintaan istimewa sekali!

Jadikanlah aku menjadi televisi! Aku ingin menempati posisinya! Aku ingin hidup seperti dia.

Supaya aku bisa menduduki posisi khusus di rumah. Hingga seluruh anggota keluargaku melingkar di sekitarku. Mereka akan menjadikan perkataanku sebagai sesuatu yang sangat diperhatikan. Aku ingin jadi pusat perhatian mereka. Mereka akan mendengarkanku tanpa mau memotong perkataanku, apalagi melontarkan pertanyaan dan membantah.

Aku ingin mendapatkan perhatian yang didapatkan oleh televisi bahkan dalam keadaan tidak aktif sekalipun. Aku ingin ditemani ayahku ketika ia kembali ke rumah sepulang dari bekerja. Meskipun ia letih.

Aku rindu ibuku menginginkanku sekalipun ia lagi bermasalah dan sedih.
Aku rindu bila saudara-saudariku berebutan untuk menemaniku.

Aku ingin seluruh anggota keluarga meninggalkan seluruh aktifitas, agar mereka bisa menghabiskan sebagian waktunya bersamaku.

Permintaan terakhir pada kali ini, aku mohon kepada-Mu ya Tuhan, berikan kepadaku kemampuan untuk membuat mereka gembira dan menghibur mereka.

Ya Tuhan, aku tidak minta banyak-banyak. Aku hanya minta menjadi seperti televisi.



Suaminya selesai membaca, lalu ia berkata: Ya Ilahi, sungguh malang anak itu. Betapa jahatnya kedua orang tuanya.

Tangis istrinya meledak lagi.

Ia berujar: Karangan berbentuk do'a itu ditulis oleh anak kita!!!

Suami: ?!?!?!%#@*+/@

oleh Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Permohonan anak sekolah dasar kepada Tuhannya