mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Minggu, 25 Januari 2004

Orang yang selalu bisa mengeluarkanmu dari masalah



Seorang laki-laki datang membawa seekor ayam yang sudah disembelih ke toko penjual ayam untuk dipotong-potong.

Pemilik toko ayam berkata: "Tinggalkan ayamnya, nanti setelah seperempat jam pasti selasai dan silahkan diambil".

Pemilik ayam: "Baik, seperempat jam lagi saya akan kembali mengambilnya".

Di saat pemilik toko memotong-motong ayam tersebut, tiba-tiba lewat seorang qadhi. Dia berkata: "Beri aku seekor ayam!"

Pemilik toko: "Aku tidak memiliki ayam lagi. Hanya ada ayam ini, tapi inipun milik seseorang. Dia akan datang sebentar lagi mengambilnya".

Qadhi: "Berikan kepadaku ayam itu. Bila pemiliknya datang katakan kalau ayamnya sudah terbang".

Pemilik toko: "Mana bisa, dia memberikan ayam ini dalam keadaan sudah disembelih, bagaimana mungkin aku mengatakan bahwa ia terbang?!"

Qadhi: "Dengar saja perkataanku, dan katakan kepadanya seperti itu. Kamu tidak akan bertanggungjawab apa-apa. Biarkan ia mengajukan pengaduan nanti, jangan pedulikan!"

Sambil menyerahkan ayam itu pemilik toko berkata: "Semoga tidak ada masalah".

Tidak lama pemilik ayam datang menjemput ayamnya. Dia bertanya: "Mana ayamku? Sudah selesai?"

Pemilik toko: "Demi Allah, ayammu sudah terbang".

Pemilik ayam: "Bagaimana mungkin? Kamu waras ga'? Aku kan menyerahkannya dalam keadaan sudah disembelih!"

Percakapan itu berentet menjadi pertengkaran sengit.

Pemilik ayam: "Mari kita pergi menemui qadhi, supaya ia mengadili kita berdua. Di sana akan kelihatan kebenaran sesungguhnya".

Keduanya pun berangkat menemui qadhi.

Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan dua orang yang lagi berkelahi. Salah seorangnya muslim dan yang satunya lagi seorang yahudi.

Pemilik toko berusaha melerai mereka, akan tetapi karena salah gerakan telunjuknya masuk ke mata si yahudi, hingga ia buta sebelah.

Orang-orang berkumpul mengerubungi pemilik toko ayam. Mereka berkata: "Ini orang yang telah menjotos mata yahudi".

Jadilah masalah menjadi dua perkara.

Mereka menggiringnya ke pengadilan. Ketika hampir sampai di pengadilan ia melarikan diri. Orang-orang mengejarnya bersama-sama.

Akan tetapi ia berhasil masuk ke mesjid dan terus naik ke atas menara. Orangpun berusaha menangkapnya.

Tiba-tiba ia meloncat ke bawah, dan pas menimpa seorang yang sudah tua. Orang tua itupun meninggal seketika akibat ditimpa tubuh pemilik toko ayam.

Anak orang tua itu pun datang. Ketika ia lihat ayahnya sudah meniggal, ia tidak bisa terima begitu saja. Dia menangkap pemilik toko ayam bersama orang-orang yang ada di sana, kemudian menggiringnya ke mahkamah.

Tatkala qadhi melihat dirinya, ia tertawa, ia teringat masalah ayam sebelumnya. Sementara ia tidak tahu kalau masalahnya sekarang sudah berkembang menjadi 3 perkara:



1. Mencuri ayam.
2. Membikin buta marta si yahudi.
3. Membunuh laki-laki tua.




Ketika qadhi sudah tahu duduk perkaranya, ia memegang kepalanya tanda memikirkan sesuatu. Lalu ia berkata: "Mari kita selesaikan masalahnya satu persatu".

Yang penting, pertama sekali qadhi pemanggil orang yang mengadukan masalah atau pemilik ayam.

Qadhi: "Apa tuntutanmu terhadap terhadap pemilik toko ayam?"

Pemilik ayam: "Tuan qadhi, orang ini telah mencuri ayamku. Aku menyerahkan ayam kepadanya dalam keadaan sudah mati. Lalu ia berkata kalau ayam itu terbang. Mana mungkin hal itu bisa terjadi".

Qadhi: "Apakah kamu beriman kepada Allah?"

Pemilik ayam: "Tentu saja aku beriman kepada Allah".

Qadhi: "Allah Maha Kuasa menghidupkan kembali tulang belulang yang sudah hancur".

Lalu pemilik ayam pun berlalu, tanpa bisa menjawab lagi.

Kemudian Qadhi memerintahkan untuk mengajukan pendakwa kedua.

Saat itu majulah si yahudi. Dia pun mengajukan pengaduan: "Tuan qadhi, pemilik toko ayam ini sudah menjotos mataku. Aku ingin mengqishahnya, biarkan aku juga menjotos matanya sebagaimana ia berbuat kepadaku.

Qadhi diam sejenak. Dia berfikir keras. Bagaimana cara menyelesaikanya.

Qadhi berkata kepada si Yahudi: "Hukuman terhadap kesalahan seorang muslim kepada orang kafir separoh dari ketentuan. Artinya pemilik toko ayam harus menjotos matamu yang satunya lagi, baru kamu bisa menjotos satu matanya".

Yahudi: "Sudahlah, aku mengalah. Aku tidak menginginkan apa-apa lagi darinya".

Qadhi: "Coba kemukakan permasalahan ketiga!"

Anak laki-laki tua yang meninggal karena ketiban tubuh pemilik toko ayam pun tampil ke depan. Dia pun mengemukakan pengaduannya:

"Tuan Qadhi, orang ini menjatuhkan dirinya ke atas tubuh ayahku hingga ia terbunuh".

Qadhi menundukkan kepalanya sejenak, lalu berujar: "Begini saja, kamu sekarang pergi ke menara mesjid, kemudian kamu meloncat ke tubuh pemilik toko ayam ini".

Anak laki-laki tua: "Baik, tapi bila ia bergerak ke kiri atau ke kanan malah saya yang mati".

Qadhi: "Demi Allah, inilah masalahnya. Kenapa ayahmu tidak menghindar ke arah kiri atau kanan".

=========

Di sana ada orang yang selalu bisa mengeluarkanmu dari masalah bagaikan mengeluarkan rambut dari tepung. Dengan syarat kamu memiliki ayam yang bisa kamu berikan kepada qadhi.

( فويل لقاضي الارض من قاضي السماء )

"Binasalah qadhi dunia ketika ia nanti diadili oleh qadhi langit".

oleh : Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Orang yang selalu bisa mengeluarkanmu dari masalah