mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Minggu, 18 Januari 2004

Mungkin saja seorang mukmin itu pelit, tapi tidak ada mukmin yang pendusta



Kadang-kadang kita bertemu dengan orang yang kelihatan sangat baik dalam segala hal.

Tutur kata, sopan santun, kepedulian, apalagi ilmunya, kita menjadi salut.

Akan tetapi ketika berbenturan dengan masalah uang atau harta, baru kita tahu siapa dia sebenarnya.

Benar sekali pepatah orang Arab yang mengatakan:

ما تخفيه الصدور تظهره الأيام


"Sesuatu yang disembunyikan hati akan dinyatakan (hakikat sebenarnya) oleh berlalunya hari-hari".

Makanya tidak heran bila Umar bin Khattab mengatakan; seseorang belum kenal orang lain dengan sebenarnya sebelum ia pernah mengadakan perjalanan jauh dengannya dan berinteraksi masalah uang atau harta.

Kadang kita sangat salut dengan kedermawanan seseorang, akan tetapi di sisi lain kita saksikan dia sangat ganas dalam merebut yang bukan haknya.

Tidak peduli halal dan haram. Tidak malu dengan titel yang ada di keningnya.

Di sudut lain kita mencela kepelitan seseorang, tapi dia sangat menjaga dari harta haram.
Tidak akan menyinggung yang bukan haknya.
Tidak tertarik sedikit pun kalau bukan bagiannya.
Sangat amanah bila berinteraksi dengan uang.

Sebenarnya dialah orang yang baik.

Boleh jadi dia kelihatan pelit karena dia menyembunyikan kedermawanannya.
Atau dia sangat hati-hati dalam membelanjakan hartanya.
Karena persoalan harta akan ditanya; dari mana didapatkan dan kemana dibelanjakan.

Pantas saja Rasulullah mengatakan bahwa mungkin saja seorang mukmin itu pelit, tapi tidak ada mukmin yang pendusta.

Hanya kepada Allah kita berlindung dari kerakusan terhadap harta dan keburukan akhlak.

oleh : Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mungkin saja seorang mukmin itu pelit, tapi tidak ada mukmin yang pendusta