mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Jumat, 02 Januari 2004

Menjaga jarak dengan mantan, bukan memutus silaturrahim



'Apakah termasuk memutuskan silaturrahim bila mantan pacar saya dulu mengajak bicara via BBM, atau chatting, atau WhatApss lalu saya menolak mempedulikan walau cuma hanya sapa hai, apa kabar, bagaimana kerjamu, anak dan istri? satu lagi, bila di ajak bicara dan dia menceritakan masa lalu apakah saya boleh menanggapi atau memilih lupakan saja?'




Bagi saya, menjaga komunikasi dengan lawan jenis yang datang dari lembah masa lalu adalah bentuk kehati-hatian dan keharusan, konon lagi bila pernah ada ikatan tidak halal antara kedua. kecenderungan yang tidak pernah diungkapkan, apalagi sampai maksiat yang dilakukan secara sadar.

Coba bayangkan bila anda seorang istri lalu seorang pemalu (pemuda masa lalu) mengajak bicara selayak anda masih mantan pacarnya.
'Eh Devani, kamu masih suka nonton horror kayak dulu? ingat gak waktu kita nonton berdua dia bioskop lalu kamu teriak sampai meluk aku karena ketakutan?'

nah...apakah anda akan menjawab 'Ingat donk...' sedangkan disaat yang sama anak anda sedang berlarian didepan anda.

Coba bayangkan bila anda seorang suami lalu seorang pemalu (pemudi masa lalu) mengajak curhat akan suaminya pada anda mantan pacarnya.
'Hendra kejam mas. suka mukul dan gak perhatian. kalau marah aku jadi takut, padahal dulu, semarah apapun kamu padaku, kamu gak pernah sampai berkata kasar kepadaku, apalagi mukul.'

Apakah anda akan menjawab 'Iya, aku juga ingat betapa baiknya kamu dulu' sedangkan di sekitar anda istri anda sedang berjibaku membersihkan ruangan tidur anda ataupun mempersiapkan makanan untuk anda dan anak-anak anda.

Kenangan masa lalu sering sekali manis dan romantis. karena itu daya pikat dan pesonanya untuk menjerumuskan seseorang juga lebih mudah dari masa sekarang. orang-orang lebih mempercayai seseorang yang pernah dekat dengannya di masa lalu daripada seseorang yang baru dikenal saat ini. maka seringnya Syaithan juga menggunakan kenangan masa lalu dalam menyajikan maksiat siap saji yang harum dan nikmat rasanya.

Pun pada perempuan dan lelaki shalih yang tidak memiliki kenangan tidak halal di masa lalupun tetap interaksi harus dijaga. karena bisa saja, dzhan atau sangkaan masa lalu masih berada di dalam hatinya. semisal ada seorang lelaki bertanggung jawab yang terhindar dari maksiat pacaran di masa lalu namun dia pernah tertarik dengan seorang perempuan baik-baik yang dikenal secara baik-baik pula. sayangnya jodoh mereka tidak bertemu. si lelaki menikahi perempuan lain dan sang perempuan itu menikahi lelaki lain. malangnya, sang perempuan harus kehilangan suami terlebih dahulu hingga tanggungannya menjadi berat. disaat yang sama, si lelaki merasa ingin bertanggung jawab dan mengurangi beban sang perempuan dengan sekadar memberi pertolongan seadanya dan berkomunikasi intens di social media.

Apa yang terjadi kemudian? si lelaki baik-baik itu mulai menjadi stalker dalam diam. membaca semua status perempuan itu, mengikuti percakapannya tanpa ragu-ragu. menawarkan bantuan baik terang-terangan maupun sembunyi dan akhirnya kecendrungan itu tumbuh kembali bahkan lebih berat dari sebelumnya.

akibatnya sekali lagi, pucuk-pucuk maksiat muncul, kecendrungan di luar kebaikan datang. alasan membantu janda ataupun anak yatim dijadikan dalil halal berkomunikasi. retak-retak rumah tangga pun mulai terlihat secara nyata.

Aduhai, seandainya kita sadar betapa mudahnya syaithan memunculkan fitnah kenangan dalam hidup kita, tentu kita sangat berhati-hati dalam berbicara dengan siapapun yang dahulunya pernah akrab dijalan maksiat bersama kita. maka yang telah bertaubat, yang sepenuhnya insaf, yang sejatinya tertutup aib-aib masa lalunya, tutup saja pintu kenangan dengan seseorang yang engkau memiliki kecendrungan di masa lalu. biarlah masa lalu menjadi ingatan kita untuk memperbaiki diri agar lebih tinggi derajatnya, bukan malah memburukkan kondisi saat ini hanya karena disapa oleh maksiat yang dibungkus dalam sajian kenangan indah dimasa lalu.

oleh Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Menjaga jarak dengan mantan, bukan memutus silaturrahim