mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Sabtu, 03 Januari 2004

Man ahaba saeun fahuwa 'abduhu



selesai sholat jum'at aku tidak langsung pulang, memilih ngisis diteras masjid.

kebetulan ada Kyai yang sering menjadi tempat bertanya saya.



setelah basa-basi saya bertanya tentang kajian surat yasin yang berbunyi :

"alam a'had ilaikum ya bani adama anla ta'budussyaithon innahu lakum 'aduwummubin"


dalam surat tersebut kita tidak diperbolehkan menyembah syetan karena syetan musuh yang nyata, padahal syetan itu ghaib, bagaimana menyembah atau memusuhi, kelihatan saja tidak ?




sang kyai menjawab :

memang,, syetan itu simbol tapi nyata perbuatannya, setan adalah hawa nafsu.

menyembah itu kalau kamu menuruti hawa nafsu walau baik sekalipun sama saja menyembahnya.

sesuai hadist dinasho ihul ibad yang berbunyi man ahaba saeun fahuwa 'abduhu (barang siapa cinta terhadap sesuatu maka dia adalah hambanya sesuatu tersebut)

dan kalau masalah memusuhi,, kendalikan hawa nafsumu dalam perkara baik ataupun jelek seperti hadist afdholu jihad jihadun nafsi (seutama utamanya jihad adalah memerangi hawa nafsu).





saya bertanya kembali :

kyai, kenapa hawa nafsu yang baik juga tidak boleh ?






sang Kyai menjawab :

maksud hati baik tapi timbul rasa riya' ujub itu yang bahaya karna setan/nafsu sangatlah halus godaannya, contohnya aku disini sebagai Kyai dan dituakan disini, otomatis rasa sok paling benar paling hebat paling suci itu hinggap dihatiku, itulah godaan setan atau hawa nafsu walau aku disini mengajarkan kebaikan padahal di dalam al qur'an disebutkan inna akromakum 'indallohi atqokum (yang termulia di antara kamu semua adalah orang yang paling bertaqwa).

apakah aku sudah benar kepada taqwaku pada Alloh, tidak ada yang bisa mengukur taqwa apa belum kecuali Alloh sendiri.

kalau merasa itu taqwanya sebatas rasa belumlah sebenarnya, taqwa yang sebenarnya tidak ada kata merasa dan perhitungan tentang pahala, seperti air mengalir saja dan tidak pernah terbesit tentang ibadahnya yang sudah di lakukan dihati dan pikiran.

kenyataan dan keadaan kita sehari hari kalau cuma berdebat adu dalil adu wawasan sampai kiamat tidak ada titik temunya, hanya kalau sudah mengetahui kenyataan dan mengalaminya maka akan yakin dan sadar akan dirinya siapa.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Man ahaba saeun fahuwa 'abduhu