mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Jumat, 23 Januari 2004

Kini,, Pesona pemuda surga telah memudar..



Pemuda berambut lusuh dengan debu memenuhi baju yang penuh dengan tambalan lewat di depan Halaqah Rasulullah.

kedatangannya mengalihkan perhatian beberapa shahabat. mereka melihatnya dalam kesedihan dan menitikkan air mata.

Dialah Mush'ab bin Umair, yang dulu merupakan pemuka pemuda Makkah.

Wangi-wangian semerbak selalu menyertai langkahnya. baju berwarna indah dan baru serta wajah bersih tanpa noda.

sekarang yang dipunyainya adalah hanya jubah bertambal sulam.

"Dahulu aku lihat Mush'ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya." ucap rasulullah ketika melihat Mush'ab melewatinya.

Maka itulah tokoh pemuda yang bukan fiksi.

tidak klimis dengan jenggot menghelai rapi.

tidak mendatangkan keinginan para muslimah mencuri pandang kearahnya setiap kali dia lewat dihadapannya.

siapa sudi mencuri pandang pada pemuda berambut kusut masai dan berjubah tambal?

Namun dialah yang Allah tinggikan dengan janji Syurga, yang Rasulullah menangis ketika melihat kesyahidannya di perang Uhud.

tidak ada sanak saudara di Madinah yang meratapi kematiannya.

bahkan untuk menutupi jenazah syahidnya hanya terdapat kain burdah yang bila menutupi bagian wajah maka tampaklah bagian kaki. bila kakinya ditutup tampaklah wajahnya.

Hingga Rasulullah SAW bersabda, "Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutuplah dengan rumput idzkhir!"

Kemudian sambil memandangi burdah yang digunakan untuk kain penutup itu, Rasulullah berkata, "Ketika di Makkah dulu, tak seorang pun aku lihat yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya daripadanya. Tetapi sekarang ini, dengan rambutmu yang kusut masai, hanya dibalut sehelai burdah."

Itulah Mush'ab bin Umair.

sang pemuka Pemuda Makkah. demi iman dan agamanya, dia menebus kesenangan dunia yang terhampar di hadapannya dengan beratnya perjuangan menuju akhirat.

Namun itu lebih baik darinya daripada terlena pada kebahagiaan sementara.

maka sering hati bertanya, apakah pemuda selayak Mush'ab bin Umair tidak pantas lebih di idolakan daripada pemuda-pemuda fiktif tersebut?

ataukah pesona pemuda syurga ini telah memudar bila dibandingkan pesona para pemuda lulusan Al-Azhar di novel-novel islami?

oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kini,, Pesona pemuda surga telah memudar..