mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Jumat, 02 Januari 2004

Ketika Manusia berlomba menjadi bangkang kepada Allah



Nabi Musa ketika melarikan diri dari bumi Mesir karena takut akan ditangkap antek-antek Fir'aun akibat tidak sengaja membunuh seorang Qibthi, waktu itu beliau berusia 12 tahun.

Beberapa hari setelah itu beliau sampai di negeri Madyan dan menikah dengan anak Nabi Syu'aib.

Jadi tidak ada istilah nikah dini sebenarnya semenjak zaman dulu. Bila anak belum baligh menikah, itu baru pernikahan dini. Itupun tidak ada celaan dalam agama.

'Amr bin 'Ash kabarnya pada umur 11 tahun malah sudah punya anak. Hingga jarak umurnya dengan anak beliau Abdullah bin 'Amr bin 'Ash hanya 11 tahun. Seperti kakak-adik.

Sukarno menikah dengan ibu Inggit di umur 13 tahun. Segera menikah tidak menghalangi beliau jadi orang hebat dan besar. Bahkan boleh jadi itulah salah satu faktor beliau jadi sehebat itu.

Kakek-nenek kita dulu menikah sebelum berumur 15 tahun. Anak-anaknya baik-baik saja, tidak ada masalah.

Menurut saya, dari pada pemerintah menggalakkan pekan kondom yang orang super bodohpun tahu kalau artinya melegalkan perzinaan, mendingan mengkampanyekan nikah dini dan poligami.

Betul-betul susah saya mencernanya, apakah diri ini yang begok atau pemerintah kelewat pintar.

Pernikahan dini dikatakan menimbulkan masalah, tapi perzinaan dini ga' masalah.

Poligami dicaci maki, perselingkuhan difasilitasi.

Gimana logika dan cara pikirnya ya? Ada yang bisa memahamkan kepada saya? Serius, kepala ini cenat-cenut melihat kenyataan ini.

Benar-benar lah manusia ini berlomba untuk menjadi orang yang paling bangkang kepada Allah.

Ya Allah, perbaikilah akal bangsaku.


oleh Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ketika Manusia berlomba menjadi bangkang kepada Allah