mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Sabtu, 03 Januari 2004

Kemuliaan bagi manusia yang lamaran/khitbahnya ditolak



Begitu indahnya Islam, begitu Maha Pengasih dan Penyayangnya Allah, begitu luas kasih sayang Rasulullah, hingga kepada sunnah yang diperintahkan dan diharapkan kita lakukan, andai kata tidak tercapai kebaikannya tetap menjulang tinggi hingga ke langit.

Begitu pula pada sunnah menikah. banyak yang mengira keberkahan hanya berada ketika lamaran diterima, akad di ucap, doa terpanjat. padahal sejatinya dalam penolakanpun keberkahan mengalir kepada sang pelamar.

Wahai saudaraku yang menunda lamaran karena merasa penampilanmu lusuh, kepalamu berdebu, bajumu tua, hartamu sedikit jumlahnya, apakah engkau masih nyeri menunda lamaran untuk menikah seandainya saja di setiap penolakan bermakna engkau akan merasai kegembiraan kelak karena sesungguhnya derajatmu lebih dekat dengan Rasulullah dan menjadi orang pertama sekali meneguk air syurga yang airnya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu yang berasal dari telaga rasulullah Al Kautsar?

Maknailah hadist yang terdapat dalam musnad Ahmad, diriwayatkan oleh Tsauban dan At Tirmidzi:

Rasulullah bersabda:

Telagaku luasnya sebagaimana antara Eden hingga Amman, airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, dan lebih wangi aromanya daripada misik. gelas-gelasnya sebanyak bilangan bintang-bintang di langit. siapa yang minum darinya walau setegukpun maka setelah itu tidak akan dahaga selamanya. orang-orang yang pertama sekali mendatanginya adalah golongan miskin dari kaum yang berhijrah karena Allah.

Lalu Umar ibn Khattab berkata:
Siapakah mereka ya Rasulullah?

Beliau bersabda:
mereka adalah orang-orang fakir yang kepalanya berdebu, pakaiannya lusuh, yang bila melamar perempuan maka tidak diterima, bila mengetuk pintu rumah untuk bertamu maka tidak dibukakan pintu dan tidak diizinkan masuk.

Beginilah keistimewaan manusia yang sederhana namun berniat melaksanakan sunnah rasulullah. hingga bahkan dalam penolakan, ada keistimewaan yang tidak akan diperoleh oleh kaum muslimin lainnya. walaupun mereka Allah karuniakan rezeki yang melimpah.

Maka buanglah rasa takut tertolak ketika ingin melaksanakan sunnah rasul. karena dibalik penolakan, ada saatnya engkau akan tersenyum bahagia ketika bertemu dengan rasulullah pertama sekali di telaganya kelak.

"Selamat datang wahai yang berkeinginan mengikuti sunnahku dalam keadaan serba kekurangan. dunia memberatkanmu namun kesungguhanmu diatas kesukaranmu. selamat datang dan nikmati keberkahan kautsar atas kesungguhanmu itu."

oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kemuliaan bagi manusia yang lamaran/khitbahnya ditolak