mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Minggu, 04 Januari 2004

Jangan mengharapkan pernikahan selayak Ali dan Fathimah bila tidak berani berumah tangga tanpa harta



Kerap sekali kta berkeinginan memiliki pernikahan selayak Ali dan Fathimah, sang sepupu dan anak Rasulullah karena bersangkut cerita cinta yang tumbuh dalam diam antara keduanya sejak dari awal. namun sedikit sekali paham pernikahan yang seperti apa yang dilewati oleh keduanya.

Bila kita bercita-cita menikah selayak Ali dan Fathimah, sejatinya pernikahan dilangsungkan dalam usia muda tanpa banyak mencari alasan pembenaran untuk menunda pernikahan. sebab Ali dan Fathimah menikah diusia sangat muda. Umur Fathimah saat itu adalah 15 tahun 5 bulan dan Ali berumur 19 tahun.

Maharnya hanyalah baju perisai bernilai empat ratus dirham.

Kekayaannya hanyalah selembar kain selimut beludru pemberian rasulullah, bantal dari kulit yang berisi sabut kurma, dua batu penggiling gandum dan biji-bijian, satu tempayan dan dua guci.

Kehidupan pernikahan mereka jauh dari kata cukup. mereka menikah dalam kesederhanaan dan melewati pernikahan hampir selalu dalam kesulitan pangan serta sandang.

Pada suatu hari Ali berkata kepada Fathimah, "Sungguh aku telah sering mengambil air dari tempat yang jauh hingga dadaku sakit. sementara Allah telah menganugrahkan beberapa maula/pelayan kepada Rasulullah, bila engkau bersedia pergilah dan mintalah salah seorang pelayan kepada beliau."

Fathimah pun berkata:
"Demi Allah, aku juga telah sering menumbuk dan menggiling gandum dan biji-bijian hingga tanganku mengeras dan terluka."

Maka berangkat Fathimah menemui Rasulullah dan beliau pun bersabda:
"Berita apa yang engkau bawa, Wahai Puteriku?"

Fathimah berkata dengan malu-malu" Aku datang hanya untuk memberikan salam untukmu". dan kemudian dia pulang.

Sesampai dirumah Ali berkata: "Apa yang telah engkau katakan?"
Fathimah menjawab: "Aku malu untuk memintanya dan hanya memberikan salam."

Beginilah kehidupan Fathimah dan Ali Radhi Allahu anhu.

Fathimah benar-benar bersabar bersama Ali dalam menghadapi kesulitan dan sempitnya penghidupan. Ali pun tidak pernah menikahi wanita lain selain Fathimah hingga Fathimah Wafat.

Maka wahai saudara saudariku sekalian, terangkanlah kembali alasan apa engkau mengharapkan pernikahan selayak Ali dan Fathimah bila engkau malah tidak sanggup menikah di usia muda belia? tidak berani berumah tangga tanpa harta yang banyak? tidak mau menikah karena takut dan repot menumbuk gandum untuk di masak dan mengambil air dari jauh?

Kehidupan pernikahan kita saat ini sangatlah mudah bila dibandingkan dengan kehidupan Ali dan Fathimah. maka yang menunda pernikahan hanya karena masalah mahar puluhan juta, rumah yang masih sewa, kuliah yang belum sarjana, bahkan karena merasa diri terlalu muda, sesekali ada baiknya renungilah pernikah Ali dan Fathimah Az Zahra.

oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jangan mengharapkan pernikahan selayak Ali dan Fathimah bila tidak berani berumah tangga tanpa harta