mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Minggu, 11 Januari 2004

Jangan jadikan status facebook sebagai standar penilaian akhlak dan kepribadian seseorang



Bukan sekali dua kali saya mendapatkan penuturan cerita dari muslimah perihal lelaki bernama akun fesbuk sangat-sangat jihadi, memosting video pergerakan islam di pakistan dan afghanistan, memasang status membakar semangat seolah-olah besok dia sudah berada dibarisan pertama pasukan muslimin melawan yahudi, bicara nafsu menjemput bidadari syurga, namun ternyata kelakuannya di balik kegelapan dunia maya sejatinya adalah: menebar harapan palsu bagi para muslimah di chat dan inbox.

Tentunya saya menyayangkan hal itu sampai terjadi. namun itulah hidup. secara sederhana fenomena ini sudah mendarah daging di pertemanan dunia maya. jadi ini bukan kejadian satu atau dua.



Banyak yang berkata: 'mengapa bisa mereka sejahat itu? menebar rasa?memberi kabar angin syurga kepada kami para muslimah yang mencoba menjaga izzahnya namun kemudian pergi tanpa ada kabar dan salam? apa salah kami kepada mereka?




Jawabanya sederhana. ini bukan soal salah atau benar, jahat atau tidak. ini memang sudah menjadi penyakit akut yang sulit di sembuhkan. sebut saja fenomena ini dengan nama: Akhwat Minded Only.

AMO ini adalah semacam 'ketertarikan khusus' yang membuat seorang lelaki hanya mencari sasaran muslimah baik-baik untuk taklukkan hatinya. bagi dia, menaklukkan muslimah baik-baik adalah tujuan hidupnya. dia tidak tertarik dengan yang berbaju ketat, berhijab ala kadar, berpose menarik dan tersenyum aduhai di beranda. dia mengincar yang akunnya selalu memasang status ilmu, menolak menaruh PP dirinya, yang tidak menjawab chat dengan cepat, serta yang untuk meminta nomor handphone saja sulitnya minta ampun.

Bagi lelaki 'penyakitan' ini, menaklukkan muslimah seperti ini adalah kemenangan. setelah sang muslimah takluk, lalu jatuh cinta, dan kemudian menanti kedatangan sang pemuda kerumahnya, dia akan berlalu sembari berkata: 'sorri-sorri sorri sorri jek, anti kena jebakan betmen'. dan dia beralih ke misi yang lainnya, menaklukkan muslimah shalihat lainnya di pertemanan mayanya.

Maka saya sarankan kepada muslimah, khususnya yang berteman dengan saya, jangan sampai terjebab dengan 'kharismatik ciptaan' akun fesbuk seseorang. anda tidak dapat menilai kehidupan nyata seseorang hanya berdasarkan status di dunia mayanya. boleh jadi, seorang lelaki yang memasang status tausiyah fesbuk sehari 24 jam, dirumah kerjaannya adalah menampar istrinya siang dan malam. boleh jadi seorang pemuda yang memosting vidio jihad di Aghfanistan, kerjaan sampingan lainnya adalah cekikikan dan asik mengirimkan pesan ke inbox para muslimah dengan ucapan "Jangan lupa mamam ciang ya ukhti..."

So...lihat seseorang dari statusnya sebagaimana kita melihat seseorang membawa buku, belum tentu buku yang dimilikinya menggambarkan kebijakan sang pemilik buku. jangan jadikan status sebagai standar penilaian akhlak dan ke pribadian seseorang. jadikan status dan akun dunia maya seseorang hanya sebagai sarana mencari ilmu dan kebaikan saja.

Berhati-hatilah wahai para muslimah, Jangan menjual kepercayaan dengan sangat murah, karena anda adalah target bagi para pengidap AMO stadium akut. sebelum tersakiti dan merasa gundah, lebih baik memasang perisai penjaga hati anda dari dicuri dan dibawa lari oleh para lelaki aneh tersebut.

oleh Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jangan jadikan status facebook sebagai standar penilaian akhlak dan kepribadian seseorang