mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Selasa, 13 Januari 2004

Jangan jadikan Fotoku sebagai inspirasi o-n*a*n-imu



waktu itu kami berlima duduk melakukan muktamar khilafah di salah satu tempat rahasia di banda Aceh.

Sekitar satu jam kami duduk, datanglah beberapa wanita yang berpakaian seragam salah satu produk rokok mencoba menawarkan barang dagangannya.

mereka adalah SPG rokok yang mendekati meja kami lalu meminta waktu untuk menawarkan produk mereka.




"Maaf! Kami tidak merokok mbak!"

"Oh maafkan kami bapak2..tapi boleh tidak kami meminta foto saja. seolah2 saya sedang menerangkan produk ini kepada bapak."



Saya segera mengangkat tangan kearah lelaki pemotret dan berkata agak keras.

"Saya tidak mau dipotret."

Lelaki muda itu terlihat kecewa namun dia paham dan berlalu setelah minta maaf menuju meja2 lain yang tanpa sungkan dan ragu membiarkan para SPG rokok itu berbicara panjang lebar dan foto mereka bertebaran dalam memori kamera supervisor produk rokok tersebut yang sering mengambil gambar.

Inilah mengerikannya bila kita terlalu awam dalam menilai berapa harga foto.

tahukah anak muda itu kalau foto2 mereka akan berakhir dilaporan kerja para SPG dan kemudian dijadikan sarana untuk mengambil sejumlah uang bagi mereka?


Sama dengan kondisi para perempuan cantik berjilbab yang mengupload fotonya di fesbuk.

mereka tidak sadar kalau foto2 mereka dipakai di forum lelaki untuk di obral dan di oper kesana kemari.

sebagai lainnya (maaf) direkaya dengan program komputer menjadi foto2 penarik gairah lelaki.

sebagian lagi dijadikan iklan gratis bagi program kerja online yang tujuannya menarik orang lain untuk percaya akan kebenaran program tersebut.

bahkan sangat sering foto2 itu dijadikan foto testimoni satu produk yang bahkan si pemilik foto tidak tahu fotonya dijadikan foto identitas oleh para pemberi testimoni abal-abal.

Sekali lagi, seandainya saja orang cerdas dan pintar serta mau menghargai diri sendiri, dia tentu tidak akan mengupload foto cantik / tampannya secara sembarangan di dunia maya.

sama seperti tidak mungkin anda akan bersedia memberikan foto closeup anda kepada setiap orang asing yang baru saja datang kerumah anda.

hargailah diri anda sendiri. hargailah foto anda sendiri. setiap foto punya nilai tinggi, andalah yang merendahkan nilainya serta merendahkan nilai diri anda sendiri.

oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jangan jadikan Fotoku sebagai inspirasi o-n*a*n-imu