mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Jumat, 02 Januari 2004

isi suratku untukmu wahai saudara/i semaksiatku



Assalamualaikum wahai saudara/i semaksiatku.

aku mengirimkan surat ini jujur bukan untuk menanyakan kabarmu. karena bagi orang yang bermaksiat seperti kita, tidak ada kabar apapun kecuali kabar buruk yang akan menimpa kita hingga kita bertaubat dan memohon keampunan kepada ALLAH dengan bersungguh-sungguh.

Wahai saudara/i semaksiatku.
aku mengirimkan surat ini karena rasa bersalah dan khawatir dengan kondisi kita yang sebentar lagi menghampiri kematian dan masuk kembali ke kampung akhirat. ketika ajal mendekati tenggorokan, ketika nafas tinggal satu-satu, ketika semua maksiat yang kita lakukan di dunia diputar kembali hingga nampak jelas di hadapan kita.

Wahai saudara/i semaksiatku.
Malaikat akan mengulang semua perbuatan kita secara live, seakan hidup kita adalah film yang kita tonton sendiri. bagaimana kita berdua telah bersepakat dalam maksiat, bersenang-senang dalam kedurhakaan, berkasih sayang dalam dosa, bermusuhan dengan kebaikan dan larangan ALLAH. bahagia dan senang akan keburukan yang kita lakukan berulang-ulang.

Wahai saudara/i semaksiatku.
Sungguh maksiat bersamamu adalah hal yang tidak akan pernah tuntas hingga kita berdiri dihadapan ALLAH kelak. lalu masing-masing kita akan diminta pertanggung jawaban. engkau akan menyalahkanku, aku akan menyalahkanmu. lalu kita akan memusuhi satu sama lain. sayangnya permusuhan itu tidak akan memisahkan kita karena kita kembali dipertemukan bersama didalam neraka karena dosa-dosa kita berada di level yang sama.

Bila dosaku adalah melihat auratmu, maka dosamu adalah memperlihatkannya kepadaku.
Bila dosaku adalah menyentuh tanganmu yang bukan mahram, maka dosamu adalah membiarkannya terjadi dengan sukarela.
Bila dosaku adalah berkhalwat denganmu siang dan malam, maka dosamu adalah mengizinkan mendatangimu kapanpun kusuka. dosa kita seragam, tingkat dosa kita serupa, neraka kita satu ruang.

Wahai saudara/i semaksiatku.
Aku bermimpi tadi malam, kita telah ALLAH ampunkan semua dosa yang kita lakukan di masa lalu karena PengampunanNYA Maha luas lalu ALLAH angkat dari neraka dan kemudian dimasukkan kita ke tepian syurga.

ALLAH berikan istanamu berada di samping istanaku. maka akupun tetap malu kepadamu walau telah ALLAH ampuni dosaku. kita tetap tidak berani bertemu satu sama lainnya karena aku tahu kamu merasakan malu yang sama. engkau malu denganku karena malaikat tahu engkau adalah saudara semaksiatku dahulu kala. aku malu pada istriku para bidadari syurga yang juga tahu denganmu lah aku bermaksiat hingga mereka pun dijauhkan denganku selama puluhan ribu tahun bersebab lamanya siksaan kita di neraka. Aku membenci pertemuan denganmu di syurga, sama seperti membenci pertemuan denganmu di depan ALLAH.

Lalu aku terjaga dan beristighfar. ternyata aku masih di dunia. Astaghfirullah...
sungguh mimpi ini terlihat sangat nyata!

wahai saudara/i semaksiatku.
Cukuplah sudah maksiat yang kita senangi bersama. cukuplah dosa yang kita tumpuk bersama setiap harinya. jujur, aku lebih memilih berdiri dihadapan ALLAH dan bersaksi akan kebaikan-kebaikanmu daripada didatangkan sebagai saksi maksiat-maksiat kita dahulu di di dunia. waktu masih tersisa untuk kita, pintu taubat belum tertutup secara sempurna. kita masih dapat berlari untuk masuk kedalamnya.

Wahai saudara/i semaksiatku.
Mulai hari ini, mari kita putuskan rantai maksiat kita. mari kita hilangkan syahwat diantara kita. mari kita buang khalwat bersama kita. tanggalkan semua bentuk nama maksiat yang melekat diantara kita. aku tidak ingin dipanggil kelak di akhirat sebagai pacarmu. aku ingin dipanggil sebagai suamimu. aku tidak ingin dipanggil di akhirat sebagai penzina, aku ingin dpanggil sebagai imammu. Aku tidak ingin dipanggil di akhirat sebagai perusak kehormatanmu, aku ingin dipanggil sebagai penjaga kehormatanmu. maka teman maksiatku, marilah kutawari kepadamu jalan yang halal, dan kuharap ridhamu untuk melangkah kepadamu.

Wahai saudara/i semaksiatku.
Terimalah khitbahku dalam kebaikan, dan marilah bertaubat bersamaku dalam ikatan nikah.
aku percaya, ALLAH akan menutup aib-aib kita kelak dihadapan para malaikat dan penghuni langit bila kita bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat, karena ALLAH Maha menjaga aib lagi maha mencintai hamba-hambaNYA yang bertaubat. jangan tunggu lama wahai saudara/i semaksiatku. jangan biarkan mimpi buruk kita menjadi kenyataan.

Dari yang pernah mencelakakannmu dalam maksiat
dan berharap dapat mencintai dan menolongmu lebih dalam taubat.

oleh Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : isi suratku untukmu wahai saudara/i semaksiatku