mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Minggu, 25 Januari 2004

Disana ada saudaramu yang tidak mendapatkan satu parsen dari yang kamu rasakan


image oleh flickr | kodokkeren

Suatu kali aku diundang untuk menghadiri pesta pernikahan seorang sahabat.
Kami berbincang-bincang sampai datang waktu untuk makan malam.
Lalu kami menyantap makanan walimahan.
Kita semua maklum apa yang terjadi dalam pesta pernikahan dari segi berlebih-lebihan dalam makanan dan berbangga dengan berbagai macam hidangan.

Teman bicaraku berkata: Makan malam sudah lewat, tapi masih saja ada makanan yang belum disentuh sama sekali. Mau dikemanakan makanan yang sebanyak ini?

Aku menjawab: Biar aku yang mengambilnya.

Ketika walimahan selesai, aku pamitan kepada tuan rumah dan aku langsung pergi ke perkampungan miskin.

Di tengah-tengah kampung aku menghentikan salah seorang pejalan kaki sambil bertanya kepadanya: "Permisi, di mana kira-kira saya bisa menemukan keluarga yang membutuhkan makanan?"

Orang itu menjawab: Semua orang yang ada di sekitarmu ini dalam keadaan membutuhkan.

Berikutnya aku mencoba mengetuk pintu salah satu rumah yang ada di sana.
Seorang ibu yang memakai cadar membukakan pintu.
Di belakangnya ada seorang anak perempuan kecil.
Langsung saja aku ulurkan makanan yang ku bawa.
Dia berterima kasih sekali dan mendo'akan ku.
Kemudian ia masuk dan menutup pintu.

Sebelum aku beranjak, aku mendengar suara anak perempuan kecil tadi berteriak histeris dengan sekencang-kencangnya, seolah-olah ia melihat sesuatu yang menakjubkan. "Daging..............!!!!!

Teriakan itu menggoncangkan perasaanku yang pada awalnya dingin saja.
Air mataku mulai meleleh tak terbendung.
Aku pergi dengan gontai, sambil mendo'akan penduduk kampung itu supaya dirahmati Allah dan meringankan beban kemiskinan mereka.

Aku juga berdo'a semoga Allah tidak menimpakan azab-Nya kepada kita karena lalai memperhatikan orang-orang seperti mereka.

Rasanya hatiku pedih terpotong-potong.
Ternyata di zaman yang sudah begini maju masih saja ada orang-orang seperti mereka.

Di satu pojok ada orang yang tenggelam dalam kemewahan dan berlebih-lebihan, dan di pojok lain ada yang miskinnya sangat memprihatinkan.
Ketimpangan yang sangat dalam, namun kita bersikap cuek tidak mau tahu.

Wahai orang-orang yang tidur di ranjang empuk!
Yang bergelimang dengan kesejahterahan!
Yang makan makanan yang serba lezat!
Yang naik mobil mewah!

Di sana masih ada saudaramu yang tidak mendapatkan satu parsen dari yang kamu rasakan.
Apa yang sudah kita sisihkan buat mereka?


oleh : Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Disana ada saudaramu yang tidak mendapatkan satu parsen dari yang kamu rasakan