mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Sabtu, 03 Januari 2004

Daripada menyuruh orang putus, mending menyuruh orang agar menikah



"Mengapa abang mau membantu proses mereka?
membela mereka?
mereka terindikasi pacaran bang. gak syar'i. hubungannya aib. seharusnya abang bukan mendukung mereka, tapi suruh mereka putus saja."




"Sebenarnya, pacaran dan nikah itu gak ada bedanya kecuali sedikit saja.
bedanya cuma di akad kan.
jadi daripada saya suruh orang mutusin pacarnya dan kemudian yang ada mereka jadi menyesali apa yang sudah dilakukan dimasa lalu. mending dibantu saja agar menikah.

memang kita sih mudah mengatakan untuk orang untuk putus, toh itu bukan perasaan kita kok. itu perasaan orang lain.

namun kalau kita merujuk kepada tindakan yang dilakukan Abu bakar RadhiAllahu anhu dan Ustman bin Affan serta Umar bin Abdul Azis, mereka malah mendorong para pemuda-pemudi yang saling tertarik untuk menikah.

Abu bakar sampai menyediakan mahar untuk seorang pemuda yang jatuh cinta kepada seorang putri bangsawan.

Ustman sampai menangis di kuburan karena menyesali rasa cinta seorang pemuda yang tidak sampai kepada seorang gadis hingga dia meninggal dunia.

Umar bin Abdul Azis sampai berfatwa, carilah pemuda yang ingin menikah, sesungguhnya negara menanggung mahar mereka. Itulah kebiasaan salafus shalih."



Ketahuilah wahai saudariku, ketika mereka yang engkau katakan berpacaran itu menikah syaithan menangis sesengukan.
yang haram sudah menjadi halal.
yang dibenci mendapatkan ridha, yang terlaknat menjadi ibadah.

ketika mereka putus, yang haram tetaplah haram, yang dibenci tetaplah dibenci, yang disayang tetaplah disayang.

dan kalian juga akan memilih meninggalkan mereka dengan memberi gelar "mereka yang berguguran dijalan cinta."

lalu syaithan pun datang kembali untuk menggoda mereka. dia akan berbisik 'lihatlah, mereka meninggalkanmu sedangkan mereka dulu yang marah dan memintamu menjauhi orang yang engkau cenderungi. sebenarnya mereka itu merasa iri denganmu. kembalilah kepadanya dan abaikan mereka.'

hasilnya kalian berhasil membantu syaithan mengubah dua orang baik menjadi mantan orang baik. saya sudah melihat begitu banyak kejadian orang baik ibadahnya menjadi buruk seketika karena jalan cinta yang mereka pilih salah.

naasnya, kita bukan membantu mereka, malah mengusir mereka agar tetap berada di jalan salah tersebut.

"jadi bagi saya, daripada nyuruh orang putus, mending nyuruh orang nikah.

itu sunnah para shahabat. itulah tuntunan salafus shalih.

gak ada kata 'Udah Putusin Aja' dalam kamus saya. kalau sudah suka, 'Udah, lanjut Nikah aja"


oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Daripada menyuruh orang putus, mending menyuruh orang agar menikah