mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Jumat, 23 Januari 2004

dalam pernikahan kesabaran bernilai 2x lipat daripada bersabar dalam lajang





'Saya sabar saja bang, belum cukup nafkah, takutnya nanti gak bisa bahagiakan pasangan pula.'




orang sabar itu tentunya mulia. dan lebih mulia lagi orang sabar yang pintar.
nah, orang sabar yang pintar dianya akan memilih berada jalan kesabaran yang lebih utama dari jalan sabar lainnya dalam menyandarkan hidupnya.
sebab kesabaran itu sendiri memiliki tingkatan yang berbeda.

Ketika siti Hajar berlari dari bukit safa dan marwah sebanyak 7 kali, beliau sungguh berada dalam kesabaran yang utama.
beliau tahu, sungguh berat naik turun bukit sedangkan beliau seorang perempuan dan berada ditengah gurun pasir.
namun beliau tetap berlari demi menghentikan tangisan nabiyullah Ismail yang haus.
boleh saja beliau bersabar dengan sekadar berdoa kepada ALLAH lalu menyerahkan takdir membantunya atau tidak.
namun itu bukanlah kesabaran yang lebih utama daripada berlari untuk mencari mata air.

Nah, boleh jadi menikah dalam kondisi belum cukup nafkah itu merupakan salah satu pintu kesabaran yang mulia dan utama.
karena disana, ada keinginan berbagi dalam kondisi sedikit, keinginan bertanggung jawab didalam kondisi sulit, keinginan memberi dalam kondisi sempit.
bukankah menikah dalam sederhana lebih mulia daripada lajang dalam sederhana pula?
maka pertanyaannya adalah apakah kita berada dijalan kesabaran yang lebih utama dari yang lainnya.

oleh Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : dalam pernikahan kesabaran bernilai 2x lipat daripada bersabar dalam lajang