mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Minggu, 04 Januari 2004

cinta itu membahagiakan, bukan menyengsarakan.


image by upload.wikimedia.org


ketika kamu mencintai seorang gadis shalihah lalu melamarnya, dia menerima lamaranmu kemudian menikah, maka cintamu pun berakhir |happy Ending|

kamu mencintai seorang gadis lalu melamarnya, dia tidak menerima lamaranmu kemudian diapun menikah dengan teman karibmu, engkau mendatangi pernikahan mereka dan mendoakan mereka agar dipersatukan hidupnya dunia dan akhirat. maka cintamupun berakhir |Happy Ending|

Kamu mencintai seorang gadis lalu melamarnya, dia menolak lamaranmu dan kemudian engkau pergi menjauh untuk mengembalikan rasa percaya diri. 10 tahun kemudian engkau mendapati seorang pasangan suami istri yang datang ke sekolah tempatmu mengajar untuk mengantarkan anaknya masuk kesekolah. dia adalah anak dari gadis masa lalumu, lalu engkau mengajari sang anak dengan penuh kecintaan selayak anakmu sendiri. maka cintamupun berakhir |Happy Ending|

Kamu mencintai seorang lelaki lalu menanti lamarannya namun dia memilih menikahi perempuan lain dan engkau pun menikahi lelaki lainnya. 25 tahun kemudian engkau melihat sesosok tubuh tua yang tidak lain pemuda yang engkau cintai dulu terbujur di kamar pasien tempat engkau menjalankan aktivitasmu sebagai dokter. disamping ranjang duduk seorang perempuan tua yang mencoba tegar menghadapi ujian sabar dari musibah sakit yang menimpa suaminya. setiap hari engkau menyempatkan diri menjenguk mereka berdua dan menguatkan sang istri serta berusaha menolong sang lelaki tersebut hingga kematian menjemputnya. di akhir perjumpaan sang istri berkata:

"Terimakasih untuk semua bu dokter. anda telah bersungguh-sungguh membantu kami karena ALLAH"

dan anda pun memeluknya dengan rasa haru. Maka cintamu pun berakhir |Happy Ending|



Maka berusahalah untuk mencari alternatif Happy Ending dari setiap kisah cintamu. karena kisah cinta tidak berakhir bahagia hanya dengan skenario pernikahan saja. engkau bisa menciptakan 1000 kisah cinta berakhir bahagia selama engkau mengenal makna sejati dari cinta itu sendiri. bersebab cinta sejatinya adalah membahagiakan, bukan menyengsarakan.




oleh Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : cinta itu membahagiakan, bukan menyengsarakan.