mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Selasa, 20 Januari 2004

Bisa jadi kita meninggal pada posisi yang kita fikir aman



Seorang anak muda berpesan kepada ibunya supaya dibangunkan tengah malam, karena ia harus naik pesawat dini hari.

Setelah lewat tengah malam ibunya tidak sudi membangunkan anaknya, karena cuaca sangat tidak bersahabat.

Dalam hatinya, biarlah sekali ini anaknya tidak jadi berangkat, demi keselamatannya. Setelah lewat jam penerbangan nanti, baru ia dibangunkan.

Setelah datang waktu subuh, anaknya belum juga bangun. Ibunya mengira ia tidur terlalu pulas. Barangkali karena kecapekan.

Sudah hampir terbit matahari, barulah ibu itu masuk ke kamar anaknya, untuk membangunkannya.

Alangkah kagetnya dia ketika melihat anaknya sudah tidak bernyawa lagi.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Ketika sudah datang waktunya, maut tidak bisa dihindari. Tiada seorangpun kuasa menolaknya.

Tiada makna kabur dari ajal yang sudah ditentukan. Karena ia juga bisa datang pada posisi yang paling aman menurut kita.

Tugas kita hanya berusaha menjaga diri. Bukan kabur dari segala kegiatan.
Betapa banyak orang yang lolos dari mara bahaya, tapi justru maut menjeputnya di tempat aman.

Persiapkan saja diri untuk menghadapinya, tidak masalah kapan dan di manapun dia menjelang.

Allahumakhtim ajalana bi husnil khatimah.

(Ceramah ba'da 'Isya di mesjid Shahabah Bawwabah 3 beberapa hari yang lalu)

oleh : Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bisa jadi kita meninggal pada posisi yang kita fikir aman