mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Sabtu, 10 Januari 2004

Bagaimana perilaku kita ketika sendirian ?



قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” لأعلمن أقواما من أمتي يأتون يوم القيامة بحسنات أمثال جبال تهامة بيضا، فيجعلها الله عز وجل هباء منثورا. أما إنهم إخوانكم، ومن جلدتكم، ويأخذون من الليل كما تأخذون، ولكن إذا خلوا بمحارم الله انتهكوها.

Rasulullah SAW bersabda: “Aku betul-betul tahu sekelompok orang di antara umatku yang datang di hari kiamat dengan kebaikan bagaikan gunung Tihamah yang putih, lalu dijadikan oleh Allah menjadi debu yang beterbangan. Adapun mereka saudara-saudaramu juga, sama dengan kalian, mereka bangun untuk beribadah pada sebagian malam sebagaimana kalian bangun, akan tetapi apabila mereka sendirian dengan perkara yang diharamkan Allah, mereka menerobosnya”. (HR. Ibnu Majah)

Tidak perlu merasa puas sudah melakukan shalat berjama’ah di mesjid lima waktu sehari semalam, ditambah dengan shalat sunat tahajud, witir, rawatib, dhuha, hajat dan lainnya. Tidak perlu merasa hebat sudah melakukan puasa Ramadhan diikuti puasa sunat Senin-Kamis, ayyamul bidh, dan puasa sunat lainnya. Jangan merasa cukup sudah berzakat, haji, banyak infak, sedekah dan berderma.

Di samping itu semua ada hal yang tidak kalah perlu dijaga, yaitu menjaga diri ketika lagi sendirian. Ketika membuka internet apa yang dilihat, menyalakan TV apa yang ditonton, sembunyi sendirian di kamar apa yang dilakukan, ketika berada pada tempat yang tidak ada seorangpun mengenal kita bagaimana perilaku, dan lain sebagainya. Semoga Allah mengaruniakan sifat “ihsan” kepada kita.

oleh : Zulfi Akmal

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Bagaimana perilaku kita ketika sendirian ?