mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Minggu, 25 Januari 2004

Antara update status, komentar yang menyimpang dan mengolok-olok



Seseorang bertanya: status anda sungguh bermanfaat dan bagus-bagus. sayangnya koment orang-orang dibawahnya terlihat menyimpang bahkan kadang-kadang terkesan mengolok-ngolok isi status. lebih buruknya anda malah terkesan tidak peduli dengan koment mereka yang aneh-aneh. bukankah seharusnya anda menegur mereka bukan malah ikut-ikutan terbawa dalam koment mereka?

Maka seseorang menjawab:

Terimakasih sudah bersedia membaca status saya yang sederhana ini. semoga Allah memberi kebaikan kepada anda.
soal koment yang menyimpan, mengolok-olok, bahkan terkesan kurang ajarpun baiknya kita lihat dari satu segala sisi.

1. Bisa saja orang yang memberi koment menyimpang itu adalah orang yang melihat pemilik status belum pantas menulis status sebagus itu. maka mereka memberi koment berdasarkan prasangka mereka kepada saya. mungkin menurut mereka seserius apapun status saya, saya tetaplah seseorang yang belum pantas memberikan nasehat untuk mereka. bagi orang-orang yang seperti ini saya berdoa semoga Allah memperbaiki akhlak saya dan mereka.


2. Bisa mereka yang memberi komentar yang diluar isi status itu adalah seseorang yang tidak butuh nasehat ataupun ilmu karena mereka telah lebih dahulu mengetahuinya. tapi mereka ingin menyapa saya dan sekedar mengucapkan salam ataupun menanyakan kabar. untuk orang-orang seperti ini saya menitipkan salam kepada mereka semoga ALLAH selalu menjaga dan merahmati mereka.


3. Bisa saja mereka yang memberi komentar yang mengolok-olok isi status adalah mereka yang tidak suka dinasehati. mereka merasa nyeri melihat isi status yang seolah-olah ditujukan kepada mereka hingga mereka membalas dengan mengolok-olok. buat mereka saya memohon ampun kepada Allah dan memohon maaf sebesarnya karena tiada niat bagi saya untuk menyakiti mereka.


4. Bisa saja mereka yang memberi komentar ingin menguji kesabaran saya dan menghilangkan rasa pongah dan sombong di hati. mereka tidak ingin menyanjung dan memuji bahkan mengolok-olok. tujuannya agar saya terhindar dari rasa ujub dan takjub akan isi status yang seolah-olah berasal dari saya sepenuhnya. padahal semuanya berasal dari ALLAH dan saya hanya perantara saja. untuk mereka yang berniat menghilangkan kesombongan dari hati saya, saya doakan agar mereka ditinggikan derajatnya di sisi Allah selayak orang-orang yang membantu saudaranya jauh dari keburukan amal.


5. Bisa saja mereka yang mengolok-olok tersebut adalah orang yang dekat dengan saya dalam dunia nyata. bila mereka dinasehati maka bergetar tubuhnya karena rasa takut, gundah hatinya, lunglai jiwanya karena dirasuki kebaikan. namun mereka tidak ingin menunjukkannya di dunia maya, karena bagi mereka terlihat sadar didunia maya tidaklah pernah sama dengan tercerahkan dan bertaubat di dunia nyata. bagi orang-orang ini, saya akan selalu menjaga majelis-majelis persaudaraan saya dengan mereka, saling mendoakan, saling membantu, saling nasehat-menasehati.

oleh Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Antara update status, komentar yang menyimpang dan mengolok-olok