mari perkaya wawasan kita dengan berbagi..

Sabtu, 24 Januari 2004

Aku ingin cepat menikah agar bisa melupakan dia..



'Yang penting saya ingin menikah cepat bang. yang penting saya bisa melupakan dia!'

Bukan sekali dua-kali, permintaan diatas disampaikan kepada saya. rata-rata yang mengucapkannya adalah jiwa-jiwa yang teriris hatinya karena cinta palsu yang karam. merasa telah disela janjinya. dibunuh harapnya. diakhiri impian manisnya.

Ada yang merasa ditipu dengan janji manis pernikahan, lalu menanti hingga usia dekat dengan tua. kemudian tanpa diduga, sang pasangan memilih mengikat janji dengan perempuan muda lainnya.

Ada yang merasa dirajam jiwanya dengan ucapan sehidup semati. hanya engkau satu-satunya, lalu ketika dia merasa telah yakin dan siap melamar. sang gadis memilih lelaki lain dengan alasan klise "Maaf, ini pilihan orang tua, saya takut menolaknya karena akan durhaka kepada mereka."

Untuk yang jiwa-jiwa yang teriris janji ini. sungguh menikah bukanlah solusi tepat. saya sering menemukan rusaknya dan berkeping-keping biduk rumah tangga hanya karena sang lelaki memaksakan menikah untuk melupakan seseorang. yang terjadi malah dia merasakan hambarnya pernikahan. ingatannya masih berada di sosok yang lain. di kembali kerumah namun sunyi ketika sampai disana, sering kali dia akan membuka alamat fesbuk sang mantan, lalu memantau kejadian disana. bila sang mantan berbahagia, dia makin susah dan merana. ketika sang mantan susah, dia ikut pula merasa susah. tidak pernah dia sangka, sejatinya dalam kesusahannya memikirkan sang mantan, dia telah menyusahkan sang istri sahnya.

Tidak berbeda dengan perempuan. ketika dia memaksa menikah demi alasan melupakan sang mantan. yang terjadi malah dia sulit merasa bahagia. bila sang suami tidak romantis, dia akan mengeluh. ketika suaminya terlalu keras dia merasa telah salah memilih. ketika dia memiliki anak, dia berharap anak ini berasal dari lelaki yang lain. hayalannya terus berada disana. maka, lazimlah bila kemudian dia ikutpun memantau situasi dan kondisi sang mantan.

Dan ketika mereka mulai membuka komunikasi kembali, apa yang terjadi?perselingkuhan yang bisa berakhir pada perzinahan serta perceraian.

Maka solusi terbaik ketika ditinggal pergi sang kekasih bukanlah menikah terlebih dahulu. namun bertaubat sepenuh hati. perbaiki akhlak, memperbanyak ibadah. mendalami ilmu, bernazar kepada diri sendiri menyenangkan hati dan membahagiakan orang disekitar kita. selayak orangtua ataupun saudara.

Ketika taubat telah dilaksanakan. ibadah telah diperbaiki, orang tua telah disayangi, barulah berpikir untuk masuk kegerbang pernikahan. karena seharusnya ketika kita mengikat akad, kita berada dalam keadaan bagus amalnya, tinggi ilmunya, menarik akhlaknya.

Maka sungguh aneh bila ada jiwa yang ingin menikah dengan alasan melupakan seseorang. sedangkan akhlaknya, amal dan ilmunya masih dangkal dan kusam. apakah mereka tidak tahu pernikahan lebih berat tanggung jawabnya daripada hubungan cinta haram? apakah mereka tidak tahu pernikahan sejatinya adalah ladang sabar yang lebih besar daripada sekadar sabar dari menanti telepon pacar?

Seharusnya perbaiki diri. perbaiki hati, perbaiki niat, barulah berdoa untuk di perbaiki takdir oleh ALLAH...

oleh : Rahmat Idris

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Aku ingin cepat menikah agar bisa melupakan dia..